POJOKSATU.id, KARAWANG – Banjir yang kembali merendam kawasan Palumbonsari, Karawang Timur, memantik kekecewaan warga. Luapan Sungai Lamaran pada Kamis (22/1/2026) dinilai sebagai bukti lemahnya penanganan infrastruktur sungai oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Di Perumahan Buana Asri, Kelurahan Palumbonsari, air sempat menggenangi pemukiman warga. Meski aparat kewilayahan seperti Babinsa terlihat siaga di lokasi, masyarakat menilai akar persoalan justru terletak pada tidak optimalnya perawatan Sungai Lamaran yang menjadi kewenangan BBWS.
Aep Jabar, warga RW 17 Perum Buana Asri sekaligus anggota LPM Kecamatan Karawang Timur, mengungkapkan kekecewaan yang telah lama dipendam warga. Menurutnya, persoalan banjir di Palumbonsari bukan hal baru, namun selalu berulang tanpa solusi nyata.
“Setiap tahun kami kebanjiran karena Sungai Lamaran meluap. Tapi sampai sekarang tidak pernah terlihat kerja nyata dari BBWS. Tidak ada normalisasi, tidak ada perbaikan. Warga merasa diabaikan,” tegas Aep, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: Dandim Karawang Perintahkan Babinsa Siaga Banjir di Seluruh Desa
Ia menyebut, warga bukan hanya butuh penanganan saat banjir terjadi, melainkan langkah pencegahan yang berkelanjutan. Mulai dari pengerukan sungai, penguatan tanggul, hingga penataan aliran air di titik-titik rawan limpasan.
“Yang kami minta sederhana, lakukan pemeliharaan rutin. Normalisasi sungai dan bangun tanggul di lokasi rawan. Jangan menunggu warga kebanjiran dulu baru turun,” ujarnya.
Meski kondisi air perlahan surut, kekhawatiran warga masih tinggi. Curah hujan yang belum stabil membuat potensi banjir susulan tetap mengintai jika Sungai Lamaran tidak segera dibenahi secara struktural.
Warga Palumbonsari berharap BBWS sebagai pihak yang berwenang segera merespons keluhan tersebut dengan langkah konkret, bukan sekadar pendataan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BBWS terkait rencana normalisasi Sungai Lamaran di Karawang Timur. ***




