POJOKSATU.id, KARAWANG – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Plawad bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dengan turun langsung ke lokasi luapan air Irigasi Cilamaran di wilayah RW 07 dan RW 08, Kedung Salam, Kamis malam (22/1/2026).
Langkah ini dilakukan menyusul keluhan warga terkait meluapnya air irigasi yang berpotensi mengganggu aktivitas serta keselamatan masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Peninjauan lapangan bertujuan memetakan titik penyumbatan sekaligus menilai kondisi saluran agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lurah Plawad, Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., M.A., mengatakan pengecekan langsung menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan penanganan banjir.
Baca Juga: Lurah Plawad Ajak Warga Kolaborasi di Momen Isra Mi’raj
“Kami ingin melihat sendiri kondisi sebenarnya di lapangan. Tidak cukup hanya menerima laporan. Dari hasil tinjauan ini, kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan permanen, termasuk normalisasi saluran,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar permasalahan luapan air tidak terus berulang setiap musim hujan.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Plawad, Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si., menegaskan pihaknya fokus mendorong perbaikan infrastruktur irigasi dan drainase agar lingkungan warga lebih aman.
“Kami ingin ada solusi jangka panjang. Normalisasi dan perbaikan drainase harus dipercepat supaya warga Kedung Salam tidak lagi khawatir ketika hujan turun deras,” kata Hendra.
Selain penanganan teknis, pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Warga diminta rutin memantau kondisi lingkungan serta menjaga kebersihan saluran air. Pasalnya, tumpukan sampah di irigasi kerap menjadi penyebab utama penyumbatan yang memicu luapan air ke permukiman. ***




