POJOKSATU.id, KARAWANG – Pemerintah Kecamatan Cikampek bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang melanda kawasan Perumahan Bumi Indah Persada (BIP), Desa Dawuan Barat, Kabupaten Karawang. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, pengembang perumahan, hingga partisipasi aktif warga setempat.
Langkah darurat tersebut difokuskan pada penguatan struktur tanah serta pembenahan sistem drainase sebagai upaya pencegahan longsor lanjutan. Penanganan dilakukan menyeluruh agar kawasan permukiman tetap aman dan aktivitas warga bisa kembali normal.
Camat Cikampek, Adi Firmansyah, menegaskan bahwa persoalan utama dalam kejadian longsor ini adalah pengelolaan aliran air. Oleh karena itu, pembangunan saluran air dan struktur penahan menjadi prioritas utama dalam penanganan hari ini.
“Penanganan difokuskan pada penguatan tanah dengan kerucuk bambu serta pembuatan saluran air menggunakan u-ditch agar aliran air lebih terkontrol,” ujar Adi Firmansyah saat meninjau lokasi, Sabtu (10/1).
Baca Juga: Camat Cikampek Turun Tangan Usai Longsor 10 Meter di Perumahan BIP
Di lapangan, sinergi lintas sektor terlihat nyata. Unsur Tiga Pilar, khususnya Babinsa, turut bergotong royong bersama warga Perumahan BIP. Selain itu, pihak pengembang perumahan juga dilibatkan secara aktif sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mitigasi bencana.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan teknis, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menurunkan alat berat ke lokasi. Bantuan tersebut digunakan untuk memudahkan penggalian dan pembentukan jalur drainase yang lebih permanen.
“Dinas PUPR membantu satu unit beko kecil agar pengerjaan saluran air bisa lebih cepat dan optimal,” tambahnya.
Adi Firmansyah menargetkan seluruh pekerjaan utama dapat dirampungkan dalam satu hari. Ia menekankan bahwa keberadaan saluran air yang berfungsi dengan baik menjadi kunci utama dalam mencegah bencana serupa terulang.
“Targetnya hari ini saluran air selesai dibuat dan u-ditch terpasang, sehingga aliran air punya jalur yang jelas. Setelah itu dilanjutkan dengan penahan tanah menggunakan kerucuk bambu agar risiko longsor bisa ditekan,” pungkasnya. ***




