POJOKSATU.id, KARAWANG – Kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik tak menghalangi Taufik Hidayat (30), warga Desa Plawad, Karawang, untuk mengembangkan peluang usaha. Berangkat dari kegemarannya memancing, ia berhasil merintis bisnis umpan ikan racikan sendiri yang kini mulai dikenal di kalangan pemancing kolam.

Di sela jam kerja yang padat, Taufik memproduksi umpan ikan dengan merek Darmaji, yang menyasar segmen pemancing ikan mas. Karawang yang dikenal memiliki banyak kolam pemancingan menjadi pasar potensial yang ia manfaatkan dengan cermat.

Menurut Taufik, ide usaha tersebut muncul karena tingginya aktivitas pemancing di wilayah Karawang dan sekitarnya. Ia melihat kebutuhan akan umpan berkualitas masih terbuka lebar, terutama yang memiliki aroma kuat dan konsisten menarik ikan.

“Umpan Darmaji ini unggul di aromanya, super amis,” ujar Taufik saat ditemui, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, aroma kuat tersebut berasal dari bahan amisan segar yang dipilih secara khusus. Seluruh bahan diolah dengan proses matang sempurna untuk memastikan kualitas tetap terjaga dan umpan lebih awet saat digunakan di kolam.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang: 5.000 Mangrove Jadi Benteng Abrasi Pesisir

Proses produksi dilakukan secara teliti, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap pengemasan. Bahan baku utama diperoleh dari toko pancing terpercaya agar kualitas produk tetap stabil dan tidak berubah dari satu produksi ke produksi berikutnya.

Meski masih bekerja sebagai buruh, Taufik menerapkan sistem penjualan sederhana namun efektif. Saat ini, distribusi umpan Darmaji dilakukan langsung dari rumahnya.

“Untuk sementara, penjualannya masih dari rumah,” katanya.

Umpan racikannya dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp20.000 per bungkus, sehingga mudah dijangkau oleh pemancing harian. Strategi pemasaran yang digunakan pun mengandalkan hasil di lapangan.

“Sudah dicoba di beberapa kolam, dan hasilnya terbukti,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepercayaan konsumen tumbuh dari pengalaman langsung para pemancing yang berhasil mendapatkan strike menggunakan umpannya. Testimoni mulut ke mulut menjadi kekuatan utama dalam memperluas pasar.

Dari sisi permodalan, Taufik memulai usahanya dengan perhitungan matang. Modal awal yang dikeluarkan hanya sekitar Rp400.000. Dengan harga jual Rp20.000 per bungkus, ia sudah mencapai titik balik modal hanya dengan menjual sekitar 20 bungkus. ***