POJOKSATU.id, KARAWANG – Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram diprediksi meningkat. Aktivitas rumah tangga yang lebih padat dan mobilitas warga yang naik biasanya membuat konsumsi gas melon ikut terdongkrak.
Ketua Gerakan Taruna Indonesia (Getar Indonesia), Victor Edison, mengingatkan pemerintah daerah dan Pertamina agar memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan aman dan terkendali. Ia menyebut pasokan harus benar-benar dipastikan stabil untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.
“Setiap jelang Nataru, permintaan gas naik. Kami minta Pertamina menyiapkan cadangan cukup agar distribusi tetap lancar dan tidak ada kekurangan stok,” kata Victor, Rabu 10 Desember 2025.
Victor juga menyoroti dugaan praktik curang sejumlah pangkalan yang menjual LPG 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) hingga mengurangi isi tabung. Ia menegaskan perlunya pengawasan yang benar-benar dilakukan secara nyata di lapangan.
Baca Juga: GPM Tekan Harga Pangan Hingga Rp4 Ribu per Kg, Pasokan Beras di Karawang Aman
“Tim monev jangan cuma hadir seremonial. Harus turun langsung dan jujur melihat kondisi di lapangan. Kalau ada pangkalan nakal, itu harus berani disanksi,” tegasnya.
Ia mengatakan, peningkatan permintaan pada periode Nataru kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk memanipulasi harga. Karena itu, pengawasan harus diperketat agar masyarakat tidak dirugikan.
“Harapan kami, Pertamina memastikan tidak ada kelangkaan di lapangan saat Nataru 2026. Ini momentum yang biasanya rawan, jadi harus diantisipasi dari awal,” ujarnya.
Getar Indonesia menilai, dengan cadangan stok yang memadai dan pengawasan yang konsisten, stabilitas harga LPG 3 kg dapat terjaga dan pasokan tetap aman bagi masyarakat. ***




