POJOKSATU.id, KARAWANG– Desa Anggadita mulai menunjukkan hasil nyata dari program ketahanan pangan. Lahan-lahan tidur di desa tersebut kini berubah menjadi area produktif setelah warga menggelar panen raya jagung hibrida, empat bulan sejak penanaman akhir Agustus lalu.

Kepala Desa Anggadita, Asep Wahyudi alias Ayah Roy, mengatakan panen perdana ini menjadi bukti bahwa perubahan pola bertani bisa dilakukan jika semua pihak terlibat. Ia menegaskan program ini tidak boleh berhenti pada panen pertama saja.

“Alhamdulillah panen perdana sudah terlaksana. Ini harus berlanjut, jangan cuma sekali,” kata Ayah Roy, Kamis (4/12/2025).

Salah satu faktor yang membuat petani lebih percaya diri adalah dukungan permodalan dari BUMDes Anggadita. Skema ini memungkinkan petani menggarap lahan tanpa harus menunggu panen untuk mendapatkan pemasukan.

Baca Juga: Polres Karawang Gelar Doa Lintas Agama untuk Jaga Kondusivitas Daerah

BUMDes memberikan modal kerja sejak awal musim tanam, sementara Polsek Klari memastikan ketersediaan bibit jagung unggul. Kombinasi ini membuat proses tanam berjalan lebih cepat dan stabil.

“Petani sekarang lebih kuat. Mereka nggak perlu nunggu panen untuk dapat uang. Modal dari BUMDes sudah cair sejak awal,” ujar Ayah Roy.

Selain permodalan, peran aparat keamanan juga disebut cukup signifikan. Kapolsek Klari berkomitmen menjaga keberlanjutan program dengan terus menyediakan bibit, sementara Bhabinkamtibmas Anggadita rutin turun ke sawah mendampingi petani.

Pendampingan ini ikut mendorong warga lain untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.

“Ini upaya kita buat bantu ekonomi warga. Silakan manfaatkan lahan tidur untuk tanam jagung atau tanaman ekonomi lain. BUMDes siap dukung,” tutup Ayah Roy. ***