POJOKSATU.id, KARAWANG – Komunitas Viking Karawang menunjukkan langkah nyata untuk menciptakan iklim sepak bola yang lebih aman dan kondusif. Melalui deklarasi resmi yang mereka bacakan di sekretariatnya kawasan Grand Taruma, para suporter ini bersepakat menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta menjauhi tindakan anarkis.

Momentum yang berlangsung di Ruko Dharmawangsa II, Telukjambe Timur tersebut menjadi simbol perubahan budaya suporter di Karawang. Ajang yang biasanya identik dengan semangat keras, kini diputar haluannya menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan rasa saling menghargai antarsuporter.

Dalam deklarasi yang turut dihadiri jajaran kepolisian dan pengurus Viking Karawang, muncul enam poin kesepakatan penting. Intinya, mereka menolak segala bentuk provokasi, tindakan kekerasan, hingga upaya penyusupan paham anarkis yang kerap memicu konflik di dunia sepak bola.

Ketua Viking Karawang, Rai Kandika Abadi, mendorong penuh gerakan ini. Ia memastikan bahwa tekad tersebut lahir dari pengalaman belasan tahun dalam dunia suporter. Menurutnya, sudah saatnya para pendukung sepak bola bergerak dari rivalitas destruktif menuju ekosistem yang lebih damai dan berdaya.

Baca Juga: Warga Gintungkerta Karawang Geruduk PT Triguna, Protes Bau Menyengat Diduga dari PT Glinda

"Kita ingin Karawang lebih maju dalam hal budaya suportif. Jangan lagi terpancing debat atau saling hina di media sosial. Sesuatu yang sepele bisa berujung perpecahan," ujar Rai, Senin 17 November 2025.

Rai juga menyinggung bahwa sepak bola seharusnya menjadi hiburan keluarga. Ia tak ingin ada generasi baru suporter yang justru terancam keselamatannya ketika datang ke stadion.

"Persib itu warisan. Anak saya pun nantinya akan mencintai Persib. Saya tidak mau suatu hari dia hanya ingin menonton pertandingan lalu pulang sebagai korban. Jangan sampai ada ibu yang menangis karena anaknya hanya ingin menikmati sepak bola," ucap Rai dengan nada penuh empati.

Komitmen Viking Karawang tidak berhenti pada deklarasi. Mereka berjanji terus aktif menjadi jembatan perdamaian, termasuk memberi rasa aman bagi suporter dari daerah lain yang datang ke Bandung. Sikap ini sekaligus menegaskan peran mereka sebagai suporter yang mengedepankan dialog dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: Pengusaha Karawang Rugi Miliaran Rupiah, Nama Wagub Jabar Ikut Terseret

Pengalaman Rai pribadi—pernah menjadi korban kekerasan hingga pengalaman mendamaikan konflik suporter—membentuk tekad kuat untuk mendorong perubahan.

"Kita yang berkendara, kita yang turun ke jalan, kita juga yang bisa jadi korban. Karena itu kita harus hadir membawa kedamaian. Kami Viking Karawang berkomitmen membangun sepak bola Indonesia dan menolak segala bentuk provokasi maupun anarkisme. Viking jaya!" tegasnya.

Isi Deklarasi Komitmen Viking Karawang:

1. Mengutamakan sportivitas, persaudaraan, dan ketertiban umum.


2. Menentang segala ajakan, paham, atau upaya provokasi yang bersifat anarkis.


3. Menolak kekerasan yang melibatkan kelompok suporter.


4. Mendukung langkah pencegahan dan pembinaan melalui kerja sama dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah.


5. Siap menjadi duta damai dan mengutamakan dialog untuk menyelesaikan setiap persoalan.


6. Bersedia berkolaborasi dalam pertukaran informasi terkait potensi kerawanan maupun provokasi di lingkungan suporter. ***