POJOKSATU.id, KARAWANG – Di era serba digital saat ini, di mana anak-anak lebih sering terpaku pada layar ponsel dan tablet, keluarga kecil Kang Ridwan Fauzi di Palumbonsari, Karawang, justru memilih jalan berbeda. Mereka mengisi akhir pekan dengan cara yang sederhana namun penuh makna — bermain permainan tradisional bersama.
Alih-alih menghabiskan waktu dengan gadget, Kang Ridwan atau yang akrab disapa Kang Suwok, bersama istri dan kedua anaknya, Rizal Mboy (7) dan Rifki (14), menghidupkan kembali keseruan masa kecil lewat permainan lompat karet di teras rumah mereka.
Pemandangan ini menjadi sesuatu yang jarang ditemui di tengah budaya digital yang kian mendominasi. Dengan tali karet sederhana hasil rangkaian gelang, Kang Ridwan mengajak anak-anaknya bergerak aktif dan tertawa bersama, menggantikan waktu yang biasanya tersita oleh layar ponsel.
“Bermain karet ini melatih keseimbangan, ketangkasan, dan kerja sama. Anak-anak jadi lebih aktif, bukan hanya duduk diam di depan gadget,” ujar Kang Ridwan saat ditemui, Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga: District East Karawang Resmi Dibangun, Usung Konsep “Singapore of Karawang”
Di bawah sinar matahari pagi, suasana hangat tampak menyelimuti halaman rumah mereka. Tawa ceria Rizal dan Rifki pecah setiap kali mereka mencoba melewati tali karet yang dinaikkan sedikit demi sedikit — dari mata kaki hingga setinggi pinggang.
Permainan sederhana itu bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana mempererat ikatan keluarga. Bagi Kang Ridwan, kebersamaan jauh lebih penting daripada kemewahan.
“Liburan terbaik itu bukan soal tempat atau biaya, tapi tentang waktu yang kita habiskan bersama. Saat kami bermain karet, semua ikut terlibat. Rasanya lebih dekat dan hangat dibandingkan kalau masing-masing sibuk dengan ponsel,” tuturnya.
Melalui kebiasaan kecil ini, keluarga Kang Ridwan seolah mengingatkan banyak orang bahwa kebahagiaan sejati bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana — tanpa perlu sinar layar digital, cukup dengan tawa dan kebersamaan. ***




