POJOKSATU.id, KARAWANG – Mengantisipasi meningkatnya kasus pelanggaran di lingkungan TNI AD, Kodim 0604/Karawang menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum di Aula Makodim, pada Jumat (7/11/2025). Acara ini menjadi upaya konkret dalam memperkuat kesadaran hukum bagi seluruh prajurit, PNS, dan keluarga besar TNI AD.
Dengan mengusung tema “Optimalisasi Kesadaran Hukum Prajurit TNI AD dan Keluarga PNS untuk Mendukung Tugas Pokok TNI”, kegiatan tersebut dihadiri oleh Danramil, seluruh personel Kodim, para PNS, serta ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Letkol Chk Nono Supratikno, S.H., Kalakdubankum Kumdam III/Siliwangi. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa tren pelanggaran di lingkungan TNI AD mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.
“Berdasarkan data terakhir, kasus pelanggaran di jajaran TNI AD mengalami kenaikan. Beberapa di antaranya melibatkan penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata api ilegal, tindak asusila, hingga perkara hukum akibat perceraian,” ungkap Letkol Nono.
Baca Juga: Persit Kodim 0604 Karawang dan RS Primaya Gelar Senam Sehat Bareng
Ia menambahkan, permasalahan baru seperti kecanduan judi online dan jeratan pinjaman daring (pinjol) juga menjadi ancaman serius yang dapat merusak moral dan kestabilan rumah tangga para prajurit. “Kami ingin seluruh prajurit dan Persit memahami bahwa setiap bentuk pelanggaran akan ditindak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, memberikan penekanan keras kepada seluruh jajarannya untuk tidak lagi memberi ruang bagi pelanggaran di tahun 2025.
“Saya tegaskan, jangan sampai muncul ‘gelombang ketiga’ kasus pelanggaran baru di wilayah Kodim 0604/Karawang. Tahun ini harus jadi titik balik bagi seluruh personel untuk lebih disiplin dan patuh terhadap hukum,” tegas Dandim.
Ia juga mengingatkan bahwa konsekuensi bagi pelanggar akan semakin berat, baik secara hukum maupun karier. “Setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan menerima sanksi tegas, mulai dari teguran disiplin hingga penundaan kenaikan pangkat. Terutama bagi kasus narkoba, asusila, dan judi online, kami tidak akan memberi toleransi sedikit pun,” imbuhnya.
Letkol Inf Naryanto menutup penyuluhan dengan ajakan agar seluruh jajaran dan keluarga besar TNI menjadikan kegiatan ini sebagai pembelajaran untuk menjaga kehormatan diri dan satuan.
“Kesadaran hukum bukan hanya kewajiban, tapi bagian dari kehormatan prajurit. Jaga diri, keluarga, dan nama baik satuan kita,” pungkasnya. ***




