POJOKSATU.id, KARAWANG – Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (FH UNSIKA) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “The Hunger Crisis in the 21st Century: Geopolitical Tensions, Climate Change, and Pathways Toward Sustainability” pada Rabu, 22 Oktober 2025 di Aula Syekh Quro UNSIKA. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, baik akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga pemerhati kebijakan publik dari dalam dan luar negeri.

Dekan Fakultas Hukum UNSIKA, Dr. Imam Budi Santoso, S.H., M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa krisis pangan global merupakan tantangan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam pencarian solusi terhadap isu-isu global yang berdampak langsung pada kehidupan umat manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan hukum tidak boleh hanya berfokus pada teori dan regulasi, tetapi juga harus mampu memberikan sumbangsih pemikiran terhadap masalah internasional yang kompleks.

Rektor UNSIKA yang hadir sebagai pembicara kunci juga menyoroti meningkatnya ancaman kelaparan dunia akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, dan ketimpangan ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa perang dan ketegangan politik antarnegara telah merusak sistem distribusi pangan, memutus rantai pasok dunia, dan menghancurkan infrastruktur pertanian. Menurutnya, krisis pangan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kerja sama hukum internasional yang kuat dan berkeadilan.

Seminar ini menghadirkan pembicara internasional, salah satunya Prof. Dr. Rahmat bin Mohamad dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam sesi yang membahas Legal Architecture of Sustainability. Ia menjelaskan bahwa konsep keberlanjutan kini telah menjadi bagian penting dalam hukum internasional dan tidak lagi sekadar wacana akademik. Ia menegaskan bahwa dunia membutuhkan sistem hukum global yang memastikan penegakan keadilan lingkungan, tanggung jawab negara, dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Baca Juga: Makna Filosofis di Balik Logo Dies Natalis ke-11 UNSIKA

Pembicara berikutnya, Assoc. Prof. Dr. Noor Dzuhaidah Osman dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), menyampaikan materi tentang hubungan antara perubahan iklim dan ketahanan pangan. Menurutnya, aktivitas manusia yang tidak terkendali telah menyebabkan kenaikan suhu bumi yang berdampak langsung pada pertanian global. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman nyata terhadap ketersediaan pangan dan kelangsungan hidup manusia.

Sementara itu, akademisi UNSIKA, Prof. Dr. Aslan Noor, S.H., M.H., membahas perlindungan lahan pertanian dalam perspektif hukum nasional. Ia mengingatkan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan perumahan dapat mengancam masa depan pangan Indonesia. Ia menilai bahwa negara harus hadir melalui kebijakan hukum yang melindungi lahan pertanian produktif demi menjaga kedaulatan pangan.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dan peserta umum. Beragam pertanyaan muncul terkait praktik hukum internasional, keadilan pangan, hingga peluang kolaborasi antarnegara dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Fakultas Hukum UNSIKA dalam pengembangan kajian hukum yang responsif terhadap isu global dan berorientasi pada kemanusiaan.

FH UNSIKA berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang kolaborasi riset tingkat internasional, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kesadaran pentingnya peran hukum dalam menyelesaikan krisis global. UNSIKA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kajian ilmiah yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan dunia. ***