POJOKSATU.id, KARAWANG – Seorang Kepala Desa (Kades) berinisial HN yang bertugas di kawasan pesisir utara Karawang mengaku menjadi korban dugaan pemerasan. Pelakunya disebut-sebut merupakan oknum yang mengaku berprofesi sebagai wartawan.
HN menjelaskan, awal mula dirinya dimintai uang oleh oknum tersebut dengan alasan untuk menghapus berita yang dianggap merugikan nama baiknya. “Mereka meminta Rp1,2 juta melalui transfer. Tapi setelah saya turuti, masih ada permintaan tambahan lagi,” ujar HN kepada wartawan, Sabtu (23/8/2025).
Karena khawatir masalah semakin panjang, HN akhirnya kembali menuruti permintaan tersebut. “Saya tidak ingin perkara ini melebar, jadi terpaksa saya transfer dua kali,” ucapnya.
Namun, meski uang sudah diberikan, ancaman tetap datang. Oknum itu disebut menakut-nakuti HN dengan mengatakan akan menyebarkan pemberitaan ke berbagai grup dan media jika tidak terus dipenuhi permintaannya.
Baca Juga: Dugaan Penggelapan Beras Bansos di Karangjaya Karawang, Warga Resah
Tim Redaksi mencoba menghubungi salah satu oknum berinisial T yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengaku wartawan. Namun, panggilan telepon maupun pesan WhatsApp sama sekali tidak mendapat balasan.
Kasus dugaan pemerasan ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai mencoreng nama baik profesi wartawan yang seharusnya menjalankan fungsi sosial dan menyajikan informasi, bukan justru memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi. ***Asbel




