POJOKSATU.id, KARAWANG – Gelar Mojang Parigel Karawang 2025 kini resmi disandang Angela Aura Rahma. Di balik sorot kamera dan kemilau mahkota, tersimpan kisah dukungan tanpa henti dari kedua orang tuanya, yang menjadi fondasi utama perjalanan Aura menuju puncak prestasi.
Bagi Yulianto dan Rachmawati Dewi, kemenangan putrinya bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga hasil dari doa dan perjuangan yang dijalani bersama.
Momen pengumuman nama Aura menjadi saat paling mengharukan bagi Yulianto. Matanya berbinar penuh rasa bangga.
“Alhamdulillah, perasaan saya sangat bahagia dan bangga. Ini buah kerja keras dan doa yang tak pernah putus,” ujar Yulianto usai malam puncak di Swiss Belinn Karawang, Minggu (10/8/2025).
Sebagai ayah, Yulianto tak hanya memberi semangat, tetapi juga memastikan anaknya tetap fokus hingga tujuan tercapai.
“Saya selalu berpesan, kalau sudah memulai sesuatu, harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Baca Juga: Angela Aura Rahma Raih Gelar Mojang Parigel 2025, Perjalanan Penuh Tantangan Berbuah Manis
Hal serupa dirasakan sang ibu, Rachmawati Dewi, yang menyaksikan langsung perjuangan Aura dari awal. “Saya lihat sendiri bagaimana dia berlatih keras, melewati rasa lelah, tapi tetap bersemangat. Saya selalu mengingatkannya untuk rendah hati dan pantang menyerah,” ungkapnya.
Menurut Yulianto, keunggulan Aura ada pada bakat seni dan kepercayaan diri yang kuat, membuatnya menonjol di antara para finalis. “Dia punya talenta yang istimewa. Itu yang membuatnya layak mendapatkan gelar ini,” jelasnya.
Rachmawati menambahkan, bakat Aura sudah terlihat sejak usia dini.
“Dia aktif, kreatif, dan suka mencoba hal baru. Dari kecil kami selalu mendukungnya mengasah kemampuannya,” tuturnya.
Kini, setelah meraih gelar Mojang Parigel, kedua orang tuanya berharap Aura bisa menjadi teladan bagi generasi muda Karawang.
“Semoga dia sukses, bisa menginspirasi banyak orang, dan membawa nama Karawang ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan selalu ada untuknya,” tegas Yulianto.
Perjalanan Angela Aura Rahma membuktikan bahwa di balik kesuksesan seorang anak, ada doa, restu, dan dukungan kuat dari keluarga yang menjadi penopang utama. ***




