POJOKSATU.id, KARAWANG – Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, menggelar rangkaian workshop edukatif pada Kamis, 31 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi muda dalam meningkatkan literasi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Ketua kelompok KKN, Eko Purnomo Aji, menyampaikan bahwa workshop pertama bertemakan "Waspada Penipuan Online dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga". Acara berlangsung di Balai Desa Cilewo dan diikuti oleh perangkat desa, BPD, ketua RT/RW, Linmas, serta pendamping desa.

"Kami menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dicerna oleh semua kalangan. Tujuannya membangun kewaspadaan masyarakat terhadap modus penipuan digital dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari rumah sendiri," ujar Eko.

Masih di hari yang sama, para mahasiswa juga menggelar workshop kedua yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi lokal. Bertempat di lokasi produksi UMKM Opak Sri Suka Ma Uwan, kegiatan ini bertajuk "Sinergi Ilmu UMKM Desa Cilewo: Mendorong Inovasi dan Kemandirian Lokal." Acara tersebut menyasar para pelaku UMKM, anggota PKK, dan pemilik usaha rumahan.

Baca Juga: Mahasiswa PGSD UBP Karawang Asah Bakat Seni Lewat Workshop

Mahasiswa peserta KKN, Helmi Ramadhan, mengungkapkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi. Banyak peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama untuk mengembangkan usaha mereka.

"Materi disampaikan oleh mahasiswa lintas jurusan, mulai dari teknik, hukum, psikologi, hingga sistem informasi. Fokus utama adalah strategi pemasaran digital, pengemasan produk, dan promosi melalui media sosial," jelasnya.

Menurut Helmi, pendekatan sederhana namun aplikatif ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM untuk menata usahanya lebih baik dan mampu bersaing di era digital.

Kegiatan KKN ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa. Mereka menilai kegiatan tersebut sangat membantu dalam membuka wawasan masyarakat, baik dalam penggunaan teknologi yang aman maupun pengelolaan potensi ekonomi desa secara mandiri.

"Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan panitia berfoto bersama sebagai simbol kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan aparat desa. Suasananya hangat dan penuh semangat," tutup Eko. ***