POJOKSATU.id, SUBANG – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Subang menyampaikan kritik tajam terhadap beberapa program Pemkab Subang dalam sidang Pandangan Umum atas Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

Salah satu kritik yang mencuat adalah ketimpangan dalam distribusi seragam sekolah gratis. Fraksi PKB menilai program tersebut tidak menyentuh seluruh pelajar, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.

“Kami mengapresiasi bantuan seragam gratis, tetapi jangan diskriminatif. Orang tua murid sekolah swasta juga bayar pajak, dan banyak dari mereka merupakan warga kurang mampu,” ujar A. Fauzi Ridwan, anggota DPRD Subang dari Fraksi PKB.

Selain isu pendidikan, Fraksi PKB juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal seiring pesatnya pertumbuhan industri di Subang. Mereka meminta Dinas Tenaga Kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) lebih proaktif dalam menyalurkan lulusan pelatihan ke perusahaan-perusahaan yang ada di daerah.

“Jangan sampai lulusan BLK hanya dapat pelatihan tanpa kejelasan pekerjaan. Apalagi anggaran untuk BLK dalam APBD Perubahan ini cukup besar, sekitar Rp2 miliar,” tegas legislator asal wilayah Pantura tersebut.

Baca Juga: Tokoh Subang: Seragam Gratis Jangan Hanya untuk Siswa Negeri

Tak hanya itu, Fraksi PKB juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan seleksi terbuka atau open bidding dalam rekrutmen direksi BUMD Subang Sejahtera. Mereka meminta agar proses tersebut berjalan transparan untuk mendapatkan figur profesional dan berintegritas.

Sorotan lain yang tak kalah penting adalah desakan agar pembangunan Rumah Sakit di wilayah Pantura segera direalisasikan. Fraksi PKB menilai, kebutuhan layanan kesehatan di kawasan tersebut sudah sangat mendesak.

“Pembangunan RS di Pantura bukan sekadar janji politik, tapi soal hak dasar masyarakat. Sudah waktunya direalisasikan dalam APBD Perubahan ini,” kata Fauzi yang mewakili daerah pemilihan Patokbeusi, Blanakan, dan Ciasem.

Di penghujung penyampaian, Fraksi PKB menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran, agar manfaat dari setiap program bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat Subang. ***