POJOKSATU.id, BANDUNG – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Pusat Kajian Pengembangan Guru dan Kepala Sekolah (Puska PGKS) sukses mengadakan pelatihan intensif bertajuk Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Model RADEC bagi para kepala sekolah dasar di Kota Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dan berlangsung di Grand Arsilia Hotel pada 22 Juli 2025.

Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik di tingkat sekolah dasar serta mengenalkan pendekatan pembelajaran abad ke-21 melalui model RADEC yang menitikberatkan pada berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas (4C).

Acara dibuka langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran seperti deep learning untuk menciptakan generasi pelajar yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Dukungan juga datang dari K3S Kota Bandung yang diwakili oleh Raden Hetty Sukmayati, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi UPI dalam mendukung peningkatan kualitas kepala sekolah melalui pelatihan berbasis praktik.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber utama:

Prof. H. Udin Syaefudin Sa’ud, M.Ed., Ph.D., membahas esensi pembelajaran mendalam, kurikulum merdeka, asesmen autentik, serta supervisi pendidikan.

Prof. Dr. päd. H. Wahyu Sopandi, M.A., penggagas model RADEC sekaligus Ketua Puska PGKS SPs UPI, menjelaskan strategi integrasi RADEC dalam pembelajaran kontekstual berbasis karakter, literasi, dan keterampilan berpikir.

Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd., memaparkan langkah-langkah penyusunan perangkat pembelajaran RADEC yang sistematis dan aplikatif.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga terlibat aktif dalam simulasi, diskusi kelompok, hingga sesi refleksi, untuk merancang strategi penerapan RADEC sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

Baca Juga: Pengumuman Seleksi Mandiri S1 dan D4 UPI 2025 Diumumkan Jumat Ini, Cek Cara Lihat Hasilnya

Menariknya, Sekolah Pascasarjana UPI berkomitmen menyediakan pendampingan penuh bagi sekolah yang ingin mengadopsi model RADEC—mulai dari konsultasi kebijakan, penyusunan perangkat ajar, hingga pelatihan lanjutan—tanpa dipungut biaya.

Antusiasme peserta terlihat dari testimoni mereka. Siti Nurbani, S.Pd., PKS Kurikulum SDN 165 Jatihandap mengaku terinspirasi:

"Mudah-mudahan saya bisa menularkan semangat RADEC ini ke guru-guru di sekolah kami."

Sementara itu, Hj. Imas Sukaesih, M.Pd., Kepala SDN 084 Cikadut menambahkan:

"Saya jadi lebih paham bagaimana teknologi bisa mendukung pembelajaran mendalam yang efektif di kelas."

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat UPI, yang ke depan akan menghasilkan berbagai luaran strategis seperti publikasi ilmiah, video edukasi, dan panduan implementasi RADEC di sekolah-sekolah. ***