POJOKSATU.id, KARAWANG – Dugaan malpraktik di Rumah Sakit Fikri Kosambi, Karawang, menyita perhatian publik usai viralnya unggahan warganet di media sosial. Unggahan tersebut menyebutkan seorang pasien meninggal dunia setelah menjalani tindakan medis di rumah sakit tersebut.
Anggota DPR RI Komisi IX, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, angkat bicara dan menyoroti pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tindakan medis, terutama pembedahan.
“Yang paling penting adalah adanya informed consent dari keluarga pasien. Tidak boleh ada tindakan medis tanpa persetujuan jelas dan informasi yang lengkap dari pihak rumah sakit,” tegas dr. Cellica, Selasa (22/4/2025).
Mantan Bupati Karawang itu juga menekankan bahwa rumah sakit wajib terbuka dalam menyediakan data rekam medis pasien kepada keluarga. Ia menilai transparansi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Ratusan Warga Karangligar Karawang Gelar Aksi, Tuntut Kades Dicopot
“Jika keluarga merasa ada kejanggalan, pihak rumah sakit harus mampu menjelaskan secara ilmiah dan bertanggung jawab. Jangan sampai ada informasi yang ditutupi,” tambahnya.
Menanggapi munculnya isu dugaan malpraktik, dr. Cellica menyebut masyarakat memiliki hak untuk melaporkan jika ada dugaan pelanggaran kode etik atau prosedur medis.
“Kalau memang ada indikasi pelanggaran, laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti secara hukum. Namun tentu harus berdasarkan bukti dan data yang sahih,” ujar legislator dari Fraksi Demokrat itu.
Selain itu, ia mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang untuk segera turun tangan melakukan investigasi objektif.
Baca Juga: Demo Warga Karawang Selatan Rusuh, Pos Satpam Pabrik Semen Dibakar
“Dinkes Karawang harus segera bertindak cepat dan profesional. Hasil investigasi nantinya bisa menjadi dasar langkah hukum atau evaluasi terhadap rumah sakit bersangkutan,” pungkasnya.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi sektor kesehatan, dr. Cellica menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan sistem kesehatan di daerah. ***




