POJOKSATU.id, KARAWANG – Karawang baru saja mencetak sejarah dengan meraih penghargaan sebagai penyaji tumpeng terbanyak di dunia. Momen bersejarah ini dirayakan dengan antusias, namun di balik kesuksesan tersebut, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dalam hal menjaga kualitas tumpeng yang dipajang di area terbuka.

Chef Bulmer, seorang ahli kuliner yang telah berpengalaman selama lima tahun mengelola perusahaan catering, memberikan pandangannya mengenai hal ini.

Dalam pernyataannya, Chef Bulmer mengungkapkan bahwa menyajikan ribuan tumpeng di area terbuka dalam waktu lama bukanlah tugas yang mudah.

“Mengelola ribuan pesanan tumpeng itu sangat sulit, terutama ketika berkaitan dengan jarak waktu penyajian yang lama dan kondisi lingkungan terbuka. Faktor panas dan angin bisa membuat makanan cepat basi,” ujar pria pemilik nama lengkap Ferry Dharmawan itu pada Minggu 15 September 2024.

Chef Bulmer juga menyoroti bahwa posisi penyajian tumpeng yang terpaksa disusun di tengah lapangan demi membentuk Peta Karawang memberikan tantangan tambahan. Menurutnya, dalam situasi seperti itu, risiko makanan basi memang sulit dihindari.

Baca Juga: HEBOH Camat Karawang Kepergok Enak-enakan dengan Bidan Janda dalam Mobil, Digerebek Saat Masih Pakai Baju Dinas, Kinerja ASN Ikut Disorot

“Jika saya berada di posisi itu, saya hanya bisa berdoa supaya tumpeng tidak cepat basi. Namun, kalau sudah basi, tidak ada pilihan lain selain membuangnya. Memaksakan untuk dibagikan hanya akan merendahkan orang yang menerimanya,” jelasnya.

Meski begitu, Chef Bulmer juga mengapresiasi pencapaian Karawang yang berhasil mencetak rekor dunia. Ia menegaskan bahwa sebelum menilai aspek negatif seperti makanan yang basi, masyarakat perlu menghargai keberhasilan yang sudah diraih.

"Alhamdulillah, Karawang mendapat penghargaan sebagai tumpeng terbanyak di dunia. Jadi sebelum kita fokus pada kekurangan, kita harus melihat sisi baiknya terlebih dahulu,” tutup Chef Bulmer.

Prestasi Karawang ini, selain menjadi kebanggaan, juga mengingatkan kita tentang pentingnya persiapan yang matang dalam acara berskala besar. Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat untuk meraih rekor dunia tetap patut diapresiasi. ***