POJOKSATU.id, KARAWANG – Seorang oknum warga Madura yang menggunakan akun TikTok dengan nama @sultanabdinegarad telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah sebelumnya dianggap memprovokasi isu SARA di Karawang.

Dalam klarifikasinya, ia mengakui kesalahannya dan menyesali ucapannya yang dinilai memicu ketegangan di kalangan masyarakat Karawang dan Madura.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua orang di Karawang dan saudara-saudara saya, baik yang di Madura maupun yang lain. Saya akui ucapan saya salah, dan saya berharap masalah ini tidak semakin parah. Saya minta maaf atas pernyataan saya tentang tujuh turunan atau banjir darah, karena saat itu saya emosi melihat video yang menyebutkan bahwa orang Karawang akan membakar orang Madura," ujarnya dalam video klarifikasinya dikutip pojoksatu.id, Rabu 7 Agustus 2024.

Baca Juga: Viral Isu Sara di Karawang, Bupati Ajak Warga Jaga Kondusifitas, Jangan Terpancing Provokator

Dia mengakui bahwa tindakannya terprovokasi oleh video tersebut dan menyesal telah menanggapinya dengan cara yang tidak bijaksana. "Kita adalah satu Indonesia, tidak seharusnya kita saling berselisih," tambahnya.

Sebelumnya, tindakan provokasi dari akun TikTok ini telah dilaporkan oleh warga Madura yang berdomisili di Kabupaten Karawang kepada Polres Karawang.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketenteraman serta mempromosikan persatuan di Karawang.

Baca Juga: Warga Madura Karawang Laporkan Provokator di Media Sosial yang Meresahkan ke Polisi

Ridwan Alamsyah, SE., SH., MH., penasihat LBH Sundawani Karawang, menyatakan bahwa warga Madura di Karawang sangat mencintai daerah ini dan tidak berniat menimbulkan kerusuhan.

"Kami ingin Karawang tetap damai, dan warga Madura bersatu dengan masyarakat lainnya," ujar Ridwan dalam pernyataannya yang dikutip dari akun YouTube Carita Kang Opik.

Baca Juga: Kapolri Didesak Tangkap Provokator Isu Sara di Karawang

Langkah permintaan maaf dan pelaporan ini diharapkan dapat meredakan situasi dan memperkuat kerukunan antarwarga di Karawang.

Pihak berwenang diharapkan dapat menindaklanjuti laporan ini dengan bijak untuk memastikan tidak terjadi konflik yang lebih besar.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tersebar di media sosial soal isu SARA.

Hal ini disampaikan Bupati Aep saat memberikan keterangan di Kantor Pemda Karawang, beberapa waktu lalu dan dikutip pojoksatu, Rabu 7 Agustus 2024.

"Tentunya saya sebagai Bupati Kabupaten Karawang mengajak seluruh masyarakat agar betul-betul tidak terprovokasi dan bisa menjaga kondusifitas di Kabupaten Karawang," ujar Bupati Aep.

Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman. Bupati Aep menekankan pentingnya menjaga harmoni yang telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

***