POJOKSATU.id, KARAWANG - Ratusan warga dan anggota Karang Taruna berkumpul di Bendungan Situ Dam Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk melakukan unjuk rasa dan menyuarakan keluhan mereka terkait aliran air sungai Cilamaya yang telah menghitam dan berbau busuk.
Keluhan ini telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa solusi yang memadai.
Dahulu, air di sungai Cilamaya digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan, seperti mandi dan mencuci.
Namun, sekarang air tersebut tidak lagi bisa digunakan dan bahkan memiliki bau yang sangat tidak menyenangkan.
Budi (43), seorang warga setempat, mengatakan bahwa air sungai Cilamaya dulunya sangat bersih dan jernih, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Airnya tidak hanya berwarna hitam, tetapi juga menyengat.
Aksi unjuk rasa ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Karang Taruna, aparatur Desa Barugbug, dan kecamatan Jatisari, yang diamankan oleh aparat TNI-Polri.
Aktivis lingkungan dari Pordas juga turut berpartisipasi dalam aksi ini.
Baca Juga: Surya Ependi, Karyawan PT DNP Karawang, Protes Pemecatan Terkait Tuduhan Suap
Menurut salah satu aktivis lingkungan, KL (36), dugaan bahwa air sungai Cilamaya telah tercemar oleh limbah pabrik dari sekitar 56 perusahaan di Kabupaten Perwakarta yang berada di hulu sungai.
Aksi protes ini mengharapkan tindakan tegas dari pihak berwenang jika polutan limbah pabrik dapat terbukti menjadi penyebab aliran air sungai yang buruk.
Baca Juga: Jambul Merah Protes Video Bupati Karawang Dijadikan Iklan Promosi Perumahan Podomoro
Warga yang berpartisipasi dalam aksi protes menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah yang dianggap tidak hadir dalam menangani masalah ini.
Mereka menuntut perubahan yang nyata dalam mengatasi masalah lingkungan ini dan berharap pemerintah akan segera bertindak. ***




