POJOKSATU.id, KARAWANG - Beberapa orang tua siswa dari beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Karawang telah mengungkapkan keprihatinan atas kebijakan yang mewajibkan pembelian buku di salah satu toko yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah.
Narasumber berita ini, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa praktik ini telah berlangsung selama beberapa waktu.
Baca Juga: Tragedi Pembunuhan di Jatisari, Karawang: Dua Pelaku Masih di Bawah Umur
Menyikapi masalah ini, Victor Edison, Ketua Gerakan Taruna Indonesia (Getar Indonesia), memberikan tanggapannya.
"Ini seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, jangan tutup mata karena musyawarah Dinas Pendidikan telah menyetujuinya. Namun, ini merupakan kesalahan fatal, terutama di tengah situasi Karawang yang tidak kondusif," ujar Victor Edison.
Baca Juga: Marak Toko Jamu Jual Miras di Karawang, Polisi Gerak Cepat Lakukan Ini
Berdasarkan informasi yang diterima, Victor Edison telah melaporkan masalah ini kepada Sekretaris Dinas dan Bupati dengan harapan agar segera diatasi.
Ia juga menegaskan bahwa anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN untuk Karawang sangat besar dan harus dialokasikan dengan benar.
Baca Juga: Remaja di Karawang Tewas Dibacok Tiga Orang Misterius
"Jangan salahkan para guru dalam hal ini. Dalam akhirnya, Disdik adalah yang harus dipertanyakan," tegas Victor.
Ia menekankan bahwa Dinas Pendidikan sebagai pengawas harus bertanggung jawab atas penjualan buku oleh oknum dan praktik ini harus dihentikan.
Baca Juga: Situ Cipule di Karawang, Permata Tersembunyi untuk Para Pecinta Alam
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengatasi masalah ini dan memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efisien dan tepat sasaran.




