POJOKSATU.id, JEMBER – Tragedi keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islah, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, berbuntut panjang. 

Kasus berulang yang mengancam nyawa anak-anak sekolah ini mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, secara terbuka melayangkan tuntutan keras. 

Baca Juga: Isu Ompreng MBG Berkarat di Jember Bikin Resah, Camat Patrang Beri Peringatan Keras ke Pengelola SPPG Bintoro

Ia mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera menjatuhkan sanksi terberat berupa penutupan secara permanen terhadap pengelola dapur penyedia makanan tersebut.

Sorotan tajam mengarah langsung kepada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 yang berlokasi di Dusun Jatiagung, Kecamatan Gumukmas. 

Hal itu karena SPPG Gumukmas 02 sebagai pihak penyedia menu yang diduga menjadi biang kerok keracunan massal tersebut.

Baca Juga: Buntut Keracunan MBG di Jember, BGN Rekomendasikan Dapur SPPG Disetop dan Ganti Kepala

"Atas kejadian yang terjadi di MI Al Islah Gumukmas, yang mana penyedia SPPG Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, kami meminta untuk ditutup secara permanen," tegas David Handoko Seto, Senin (28/9/2026).

Politisi kawakan ini menyayangkan sikap pengelola SPPG yang seolah abai terhadap standar keselamatan. 

Menurutnya, imbauan, peringatan, hingga pembinaan berulang kali dari pemerintah daerah seakan masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Siswi MI di Jember Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG

Masih saja ada oknum katering yang nekat mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) demi memburu marjin keuntungan semata.

"Hal ini sangat mencederai gagasan program presiden dan terlebih lagi menyangkut keselamatan anak-anak. Seperti yang terjadi, banyak anak dirawat karena mengalami keracunan MBG," cecar David.

Secara tidak langsung, David mengungkapkan bahwa Fraksi NasDem telah menyampaikan sikap resmi yang sangat tegas dalam pandangan umum fraksi saat sidang paripurna DPRD Jember. 

Pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada siapa saja pengelola yang bermain-main dengan nyawa anak-anak penerima manfaat program MBG.

"Kami tegas dalam pandangan umum fraksi saat paripurna, jika ada yang bermain-main dengan nasib, nyawa, dan keselamatan anak-anak kita, kami minta diberikan sanksi tegas yakni penutupan permanen," tambahnya.

Baca Juga: Cari Formula MBG ke Jepang, Sudaryono Akui Program Indonesia Masih Ada Persoalan

Tak berhenti di sanksi administratif, David menilai bahwa rentetan kasus keracunan makanan berulang di Jember terjadi karena selama ini tidak ada tindakan hukum yang memberi efek jera.

Oleh karena itu, ia meminta aparat penegak hukum dan pemerintah pusat turun tangan memproses kasus ini ke ranah pidana.

"Ini bagian dari kewaspadaan dan integritas, maka perlu ada langkah hukum yang harus ditempuh dan diproses. Sehingga tidak ada kejadian serupa di Jember," tegas politisi NasDem tersebut.

Baca Juga: Niat Makan Sisa Porsi Anak, Orang Tua Murid di Batang Justru Ikut Jadi Korban Keracunan MBG!

Selain itu, ia membeberkan bahwa menyangkut keselamatan nyawa manusia, pengawasan bersama dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan. 

Ia pun secara tidak langsung meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengencangkan pengawasan dan menjamin agar anak-anak tidak mengalami trauma psikologis akibat insiden ini. 

"Kami meminta Satgas MBG harus bekerja maksimal dalam pengawasannya, agar tidak menjadi trauma bagi anak-anak. Kemudian jika ditemukan kesengajaan yang menyebabkan keracunan, segera direkomendasi untuk disuspend," pungkasnya. ***