POJOKSATU.id, JEMBER – DPRD Kabupaten Jember bersama pihak eksekutif sepakat mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar dalam Perubahan APBD 2026 untuk memperkuat unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jember.
Langkah ini diambil guna meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran di berbagai wilayah.
Melalui pergeseran anggaran dalam pembahasan KUA-PPAS, UPT Damkar Jember mendapatkan tambahan dua armada operasional, yakni satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil operasional pengangkut peralatan.
Baca Juga: Tembus 1 Juta Penonton, Yayasan AHM Gaungkan Keselamatan Berkendara di SMC 2026
Penambahan ini melengkapi satu unit armada yang sebelumnya diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) pada momen peringatan HUT ke-81 RI lalu.
Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, menjelaskan bahwa penambahan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh luasnya wilayah Jember serta kendala teknis yang kerap dihadapi personel di lapangan saat menjalankan tugas.
"Banyak kejadian-kejadian kebakaran yang sekarang satu mobilnya macet di pinggir jalan. Yang kedua, jarak tempuhnya terlalu jauh," ujar Budi Wicaksono saat memberikan keterangan, Rabu, (16/9/2026).
Baca Juga: Mulai 2027, Gaji PPPK Rp23 Triliun Dialihkan ke APBN, Daerah Tak Lagi Menanggung Sendiri
Menurut Budi, luasnya cakupan wilayah membuat armada damkar dari markas komando sering kali membutuhkan waktu lama untuk sampai ke lokasi kejadian di kecamatan yang jauh, seperti Kencong maupun Rambipuji.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Komisi A DPRD Jember menargetkan pemetaan pos damkar yang lebih ideal dan tersebar merata di seluruh wilayah kabupaten pada tahun-tahun mendatang.
"Target kita untuk 2027 paling tidak setiap mungkin lima kecamatan satu mobil damkar," kata Budi.
Baca Juga: Penjualan Rumah Melambat, Properti1.com Hadirkan Listing Gratis
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong Pemkab Jember agar menempatkan armada secara strategis untuk menjangkau beberapa kecamatan terdekat.
"Paling tidak nanti kita prioritaskan, saya akan menyampaikan ke Pemkab Jember, dalam empat kecamatan di situ ada mobil damkar satu atau dua. Seperti ini kemarau sangat panjang, jikala ada karhutla atau kebakaran rumah warga, kita sangat mudah mengantisipasi," terangnya.
Selain penambahan armada, DPRD Jember juga merekomendasikan pembentukan pos sektor pemadam kebakaran baru.
Saat ini, layanan damkar Jember baru didukung markas komando di Kecamatan Sumbersari serta tiga pos pemadam di Kalisat, Rambipuji, dan Ambulu.
Adanya tiga pos sektor baru yang diusulkan yakni di Kecamatan Mayang (wilayah timur), Tanggul (wilayah barat), dan Kencong (wilayah selatan), diharapkan dapat memangkas waktu tempuh armada menuju lokasi bencana sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan secara maksimal. ***



