POJOKSATU.id, JEMBER - Fenomena antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Jember belakangan ini memicu keresahan masyarakat.
Menanggapi kepanikan tersebut, Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas, Ikbal Wilda Fardana, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan akar masalahnya.
Ikbal menegaskan bahwa secara ketersediaan stok, pasokan BBM untuk wilayah Jember dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman.
Baca Juga: Abu Vulkanik Mulai Merambah Bandung Raya, Bupati Dadang Supriatna: Jangan Sok Kuat Tanpa Masker
Tersendatnya pasokan di sejumlah SPBU murni diakibatkan oleh kendala distribusi dari Depo Tanjung Wangi akibat kemacetan horor sepanjang kurang lebih 15 kilometer imbas revitalisasi pelabuhan di Banyuwangi.
Kondisi ini kemudian diperparah oleh fenomena panic buying di tengah masyarakat akibat beredarnya isu kelangkaan.
"Dari Hiswana Migas sendiri, kami melihat memang karena adanya kekhawatiran dari masyarakat Kabupaten Jember akibat informasi kelangkaan BBM. Sehingga, masyarakat yang lain ikut mengantre meskipun kondisi BBM di kendaraannya masih ada," ungkap Ikbal.
Baca Juga: Ombusdman Desak Imipas Evaluasi Tata Kelola Lapas dari Pungli dan Narkoba
Imbas dari kepanikan massal tersebut, Ikbal menyebut terjadi lonjakan tingkat konsumsi BBM masyarakat yang sangat tidak wajar.
Konsumsi masyarakat bahkan dikatakan meningkat drastis di angka 20 hingga 25 persen hanya dalam waktu beberapa hari terakhir.
Sebagai langkah taktis menanggulangi krisis di lapangan, pihak Pertamina bersama Hiswana Migas telah menerapkan skema alih suplai (rerouting).
Baca Juga: Sudah Lebih 24 Jam Bandara Soetta Ditutup Imbas Anak Krakatau, Terbaru Sampai Jam 18.00 WIB
Ikbal menjelaskan bahwa rute pasokan untuk empat kabupaten yang biasanya dilayani oleh Tanjung Wangi kini dipecah.
Suplai untuk wilayah Bondowoso kini sepenuhnya dialihkan dari Surabaya.
Sementara untuk Situbondo, 80 persen dipasok dari Surabaya dan 20 persen sisanya dari Tanjung Wangi.
Melalui skema ini, Depo Tanjung Wangi dapat difokuskan untuk memberikan dukungan suplai 100 persen bagi kebutuhan wilayah Jember.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbal memberikan peringatan keras kepada warga agar berhenti melakukan panic buying, terlebih jika sampai melakukan penimbunan menggunakan jerigen.
Baca Juga: Delapan Bandara Kena Imbas Abu Anak Krakatau, Status Siaga Tetap Bertahan
"Ketika masyarakat membeli BBM secara besar dengan jumlah yang banyak, masyarakat yang lain tidak akan kebagian. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying, tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembelian menggunakan jerigen sudah dilarang keras secara aturan.
Oleh karena itu, Hiswana Migas akan menginstruksikan para pengawas SPBU untuk bertindak tegas dan menolak melayani konsumen yang kedapatan membawa jerigen.
Baca Juga: Novrizal: Ribuan Relawan Antar Teh Alya Daftar Pilkades Bengle, Ini Amanah Besar
Terkait kapan antrean panjang di SPBU Jember akan kembali normal, Ikbal bersikap optimistis.
Berkaca pada pengalaman sebelumnya, di mana krisis serupa berkat campur tangan cepat dari pemerintah daerah dan bupati dapat teratasi dengan singkat, ia yakin kondisi ini akan segera pulih.
"BBM ini selalu ada, tidak akan habis. Kalaupun di SPBU kosong karena diserbu konsumen, tidak akan lama pengirimannya pasti akan datang lagi," pungkas Ikbal seraya meminta masyarakat tetap tenang. ***



