POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali melakukan penyegaran di roda birokrasinya.
Hal ini ditandai dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada Jumat (28/8/2026) malam.
Bupati Jember, Gus Fawait, yang memimpin langsung jalannya pelantikan, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Pemerintah Alihkan Utang Proyek Whoosh dari PT KAI ke Kemenkeu Mulai 15 September 2026
Ia memuji kerja keras seluruh jajaran yang telah berupaya mengakselerasi pelayanan publik selama enam bulan terakhir.
Gus Fawait menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan ini bukanlah bentuk evaluasi negatif terhadap kinerja pejabat sebelumnya.
Langkah ini murni merupakan bagian dari strategi penyempurnaan organisasi pemerintahan.
Baca Juga: GURU HONORER MASUK BABAK BARU: BUKAN LAGI SEKADAR SOAL LULUS PPPK
Gus Fawait bahkan secara jenaka menganalogikan perombakan kabinet ASN ini layaknya taktik dalam sebuah pertandingan sepak bola.
"Ibarat dalam sepak bola, pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi pun terkadang perlu keluar lapangan sejenak untuk mengatur napas," ungkap Gus Fawait memberikan perumpamaan.
"Rotasi ini semata-mata untuk penyempurnaan agar ke depan ritme kerja kita bisa melaju lebih cepat lagi," sambungnya menegaskan.
Baca Juga: Buntut Tewasnya Bambang di Pejompongan, Habib Bahar Tantang Preman-preman Jakarta, Lawan Ana
Percepatan ritme kerja ini memang sangat dibutuhkan.
Gus Fawait mematok target ambisius agar seluruh sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan janji politiknya dapat terealisasi jauh sebelum masa jabatannya yang lima tahun berakhir.
Saat ini, Pemkab Jember terus menggenjot beberapa sektor krusial, mulai dari kesehatan, infrastruktur, aksesibilitas, hingga pendidikan.
"Pemkab Jember tidak hanya membebaskan biaya pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah memperluas layanan hingga program Homecare. Selain itu, penerbangan di bandara daerah kembali dioperasikan untuk mendukung konektivitas wilayah," bebernya.
Tak hanya itu, percepatan juga terlihat pada sektor pendidikan di mana penyaluran beasiswa diklaim sudah terealisasi lebih dari 50 persen dari total target 20.000 penerima manfaat.
Baca Juga: Gempa 7,7 Guncang Flores, 111 Orang Meninggal dan Warga Masih Hadapi Dampak Pascabencana
Di luar urusan internal eksekutif, Gus Fawait tak lupa melontarkan apresiasi kepada jajaran legislatif.
Ia memuji Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Jember atas terbangunnya komunikasi politik yang harmonis belakangan ini.
Bupati menilai, setiap dinamika politik dan perbedaan pandangan yang muncul di pemerintahan adalah hal yang wajar dan justru menyehatkan iklim demokrasi di Jember.
Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi dan Status Siaga, Ini Cara Aman Menghadapi Aktivitas Vulkanik
"Dinamika itu bagian dari demokrasi yang sehat. Tugas DPRD adalah memberikan masukan konstruktif, dan kami di eksekutif sangat terbuka selama seluruh masukan tersebut sesuai dengan koridor perundang-undangan," tuturnya.
Ke depan, Gus Fawait memastikan laju Pemkab Jember tidak akan hanya terjebak pada rutinitas pembahasan anggaran, melainkan berfokus pada hasil konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Usai berfokus penuh pada pembenahan pelayanan publik dasar di sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Pemkab Jember bersiap tancap gas beralih fokus.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi Ada Satu Angka yang Menunjukkan APBN Masih Jadi Penopang Utama
Mulai tahun 2027, energi dan anggaran akan diarahkan secara signifikan pada percepatan pembangunan infrastruktur dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember. ***



