POJOKSATU.id, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi kemiskinan di daerah.

Guna mempercepat target tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan manuver strategis dengan menyambangi dua kementerian sekaligus di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dua kementerian yang menjadi jujugan orang nomor satu di Jember tersebut adalah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).

Baca Juga: Viral! Diduga Oknum Polisi Todong Pistol Usai Ditegur Berkendara Pelan, Benarkah Mabuk?

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gus Fawait tidak datang dengan tangan kosong.

Ia membeberkan deretan program unggulan daerah yang sudah sukses berjalan, lengkap dengan sokongan tata kelola data yang komprehensif dan sistem terpadu.

Bupati menegaskan bahwa langkah jemput bola ini dilakukan murni untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi prioritas nasional di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Fakta Puncak Bogor Kini Sebagai Jalur Lintas Sang Raptor Elang Jawa, Peneliti : Ada Kesenyapan yang Aneh

“Kedatangan kami bukan sekadar membawa daftar permintaan, melainkan menyajikan capaian kerja riil, tata kelola data, serta infrastruktur sistem yang telah kami bangun di daerah. Ini dilakukan agar peluang integrasi dengan program pusat dapat digarap maksimal,” terang Gus Fawait.

Di hadapan kementerian, Gus Fawait memamerkan dua jurus andalannya, yakni program "Bunga Desaku" dan "Homecare".

Bunga Desaku dirancang untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat tapak, menyerap aspirasi warga, sekaligus menjadi alat pemantau inflasi daerah.

Baca Juga: Tak Peduli yang Lain, Botok Pastikan Tetap Demo di Jakarta 27 Agustus, Massa Tambahan Sudah OTW

Sementara itu, Homecare berfokus pada intervensi medis yang langsung menyasar rumah warga miskin dan kelompok rentan yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Siapa sangka, paparan berbasis data presisi ini memukau jajaran pemerintah pusat.

Pihak Kemendes PDT bahkan memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan menilai bahwa pola kerja yang diterapkan oleh Pemkab Jember sudah sangat layak untuk diangkat menjadi percontohan tingkat nasional.

Respons positif dan dukungan senada juga mengalir deras dari Kementerian PKP.

Baca Juga: Tak Peduli yang Lain, Botok Pastikan Tetap Demo di Jakarta 27 Agustus, Massa Tambahan Sudah OTW

Hubungan kerja sama terkait perbaikan hunian masyarakat dipastikan akan berlanjut, khususnya dalam pemenuhan target Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kementerian PKP menilai Pemkab Jember sangat sigap.

Pasalnya, Jember mampu menuntaskan seluruh proses administratif dan teknis program bedah rumah tepat waktu.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Waspadai Erupsi Susulan dan Pahami Mitigasinya

Keberhasilan ini, menurut Gus Fawait, tak lepas dari pemanfaatan aplikasi digital mandiri yang mempercepat koordinasi lintas sektoral sehingga pendataan penerima manfaat menjadi tepat sasaran.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Pemkab Jember mematok target ambisius namun terukur.

Pemkab ingun menghapus angka kemiskinan ekstrem di Jember hingga menyentuh nol persen pada tahun 2026, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan nasional ke level 4,5–5 persen pada 2029 mendatang.

Baca Juga: Ribuan Gempa Susulan Guncang NTT, Mengapa Belum Berhenti? Ini Kata Sains

Gus Fawait menyadari betul bahwa kemiskinan adalah masalah multidimensi yang butuh intervensi dari berbagai sudut, mulai dari rumah layak huni, kesehatan, ekonomi desa, hingga urusan kependudukan.

“Pemkab Jember siap bergerak selaras dan tegak lurus dengan arah kebijakan Presiden Prabowo. Melalui dukungan program dari kementerian, daya dorong APBD kita akan makin kuat dalam memutus rantai kemiskinan hingga ke pelosok desa,” pungkasnya optimistis. ***