POJOKSATU.id, JEMBER – Tuntutan terkait kenaikan insentif atau honor bagi Ketua RT, RW, hingga kader Posyandu turut mewarnai kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) Kecamatan Rambipuji.

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menanggapi dengan santai aspirasi yang disampaikan langsung oleh para garda terdepan pelayanan masyarakat desa tersebut.

Menurut Gus Fawait, permintaan kenaikan honor dari aparatur tingkat bawah adalah sebuah dinamika yang sangat lumrah.

Baca Juga: Apresiasi Skuat PSMS meski Kalah dari Persebaya, Eko Purdjianto Pastikan Ada Tambahan Pemain hingga Laga Akhir Kontra Persija

"Saya pikir itu hal yang normal. Semua pihak pasti meminta untuk dinaikkan, dan itu wajar-wajar saja," ungkap Gus Fawait usai acara di Desa Gugut, Rabu (29/7/2026).

Meski menampung aspirasi tersebut, bupati memilih untuk berbicara apa adanya tanpa memberikan janji yang muluk-muluk.

Ia secara terbuka memberikan pemahaman kepada warga terkait kondisi postur anggaran daerah saat ini yang mengharuskan adanya efisiensi.

Baca Juga: DPRD Kota Cirebon Titip Harapan Besar kepada Kapolres Baru, Minta Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan

Gus Fawait menjelaskan secara dialogis bahwa pemerintah daerah tengah melakukan sejumlah penyesuaian dan pemotongan anggaran di berbagai sektor.

Menariknya, penjelasan blak-blakan dari Gus Fawait tersebut justru bisa diterima dengan baik oleh para ketua RT, RW, dan kader Posyandu yang hadir.

Alih-alih memanas atau tegang, suasana dialog justru berlangsung sangat cair, interaktif, dan penuh keakraban.

Baca Juga: CEO Grammy Awards Tanggapi Penolakan BTS di Grammy Awards 2027, Kembali Klarifikasi Alasan Penambahan Kategori Best Asian Pop

"Tadi kita bisa jelaskan dengan baik soal pemotongan anggaran dan lain sebagainya. Alhamdulillah, para RT, RW, dan kader Posyandu mereka tetap semangat," tuturnya.

Gus Fawait mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan Bunga Desaku di Rambipuji hari itu.

Acara yang dipenuhi warga tersebut diwarnai dengan canda tawa, saling lempar guyonan, hingga momen 'gojlok-gojlokan' yang menghibur bupati maupun masyarakat.

Momen kebersamaan ini dinilainya sangat ampuh untuk menghilangkan penat dan stres sejenak dari rutinitas birokrasi.

Lebih jauh, Gus Fawait menegaskan bahwa atmosfer hangat tersebut adalah esensi utama dari diciptakannya program Bunga Desaku.

Baca Juga: PT Bandung Tolak Banding Frans Simanjuntak, Putusan PN Sumber soal Sengketa GTC Cirebon Dikuatkan

Ia ingin membuktikan komitmennya untuk menghapus sekat protokoler antara pemimpin daerah dan warganya.

"Yang paling penting tidak ada jarak akhirnya antara pemimpin dengan rakyatnya. Bukan cuma ketika pemilu, tapi juga di hari-hari biasa di mana tidak ada agenda politik apa pun," pungkas Gus Fawait. ***