POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus tancap gas mengoptimalkan pelayanan publik di sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

Terbaru, Bupati Jember Gus Fawait turun langsung memimpin layanan jemput bola Homecare di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026).

Program Homecare ini rupanya bukan sekadar layanan kesehatan biasa.

Baca Juga: CEO Grammy Awards Tanggapi Penolakan BTS di Grammy Awards 2027, Kembali Klarifikasi Alasan Penambahan Kategori Best Asian Pop

Bupati menegaskan bahwa terobosan ini adalah wujud nyata dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di Jember.

Secara khusus, program ini mengejawantahkan Asta Cita ke-4 tentang pemeliharaan kesehatan masyarakat, serta Asta Cita ke-6 terkait pemerataan ekonomi dari desa.

Gus Fawait sangat mengapresiasi antusiasme para tenaga kesehatan (nakes), Dinas Sosial, hingga perangkat desa yang masif bergerak di lapangan.

Baca Juga: PT Bandung Tolak Banding Frans Simanjuntak, Putusan PN Sumber soal Sengketa GTC Cirebon Dikuatkan

"Meski baru berjalan beberapa hari, semangat kawan-kawan sangat luar biasa dan dampaknya sudah langsung dirasakan oleh warga," ungkap Gus Fawait.

Dalam lawatannya, bupati tak sekadar memantau. Ia turut mendampingi dokter spesialis kandungan yang terjun langsung memeriksa ibu hamil berisiko tinggi.

Di lokasi yang sama, tim medis juga disiagakan untuk memantau tumbuh kembang anak-anak yang terindikasi stunting.

Baca Juga: Iwan Bule Turun Gunung ke Tanjung Gerem, Warning Keras Perwira Pertamina Jangan Terlena Fasilitas Canggih

Menariknya, Gus Fawait secara khusus menginstruksikan para nakes agar mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif.

Ia meminta tim medis tidak menggunakan bahasa medis yang rumit sehingga membuat warga merasa takut.

"Beri dorongan kepada keluarga anak stunting. Sampaikan bahwa anak mereka baik-baik saja, namun butuh dukungan gizi lebih agar tumbuhnya optimal," pesannya.

Tak berhenti pada urusan medis, Homecare ala Pemkab Jember juga langsung menyentuh akar permasalahan sosial-ekonomi warganya.

Baca Juga: Hari Ini Ada 2 Lokasi Aksi Demo di Jakarta Pusat, Polisi Imbau Hindari Titik-titik Ini Agar Tak Terjebak Macet

Gus Fawait menyempatkan diri meninjau kondisi hunian warga kurang mampu di desa setempat.

Bagi warga yang rumahnya berada di tanah kas desa sehingga tak bisa mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Pemkab menyiapkan solusi jitu.

Pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan material bangunan, seperti semen, melalui Dinas Cipta Karya dan pihak kecamatan.

Baca Juga: Sinergi Pertamina Patra Niaga dan BPBD DKI Jakarta Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir

Gus Fawait menyebut langkah preventif dari tingkat desa ini sangat krusial dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

"Sakit kerap menjadi pemicu utama kemiskinan, sehingga pencegahan dan penanganan langsung dari desa adalah kunci," tegasnya.

Untuk menjangkau seluruh lapisan, pemkab bahkan menyiagakan armada roda dua bagi nakes yang bertugas di wilayah pelosok yang tak bisa dilewati mobil, seperti kawasan Sumberbaru atau Panti.

Baca Juga: Puslabfor Dalami Penyebab Kematian Sumitro, Orang Dekat Febrie Adriansyah yang Mendadak Tewas

Di akhir kunjungannya, Gus Fawait juga menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat di luar program PKH dan BPNT.

Gus Fawait bertekad, seluruh warga Jember yang kesulitan ekonomi harus merasa mendapatkan pelayanan kesehatan setara VIP.

"Warga yang tidak mampu harus merasakan bahwa mereka memiliki dokter keluarga atau dokter pribadi yang siap hadir untuk mereka," pungkas bupati. ***