POJOKSATU.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperbaiki pelaksanaan program Homecare sebagai langkah nyata menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga kurang mampu.

Program inovatif ini ditegaskan berjalan selaras dengan visi Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rangkaian agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kantor Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Mantan Plt Kadis PMD Mandailing Natal Ditahan Kejari Dugaan Korupsi Rp1,7 Miliar Smart Village

Gus Fawait mengungkapkan bahwa program Homecare di Kabupaten Jember bahkan mendapat apresiasi khusus dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) sebagai terobosan pertama di Indonesia.

"Homecare ini adalah salah satu program yang sejalan dengan Asta Cita Pak Presiden Prabowo Subianto," kata Gus Fawait di hadapan awak media.

Ia menjelaskan, cita-cita besar di balik program ini adalah mewujudkan hadirnya sistem 'Dokter Keluarga' bagi warga miskin dan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis intensif di rumah.

 Baca Juga: Vue Palace, ARTOTEL Curated Hadirkan Timeless Vow Wedding, Tawarkan Venue Elegan di Pusat Kota Bandung

Sebagai kebijakan yang terbilang baru, Gus Fawait mengakui bahwa pihaknya terus melakukan pengecekan langsung di lapangan guna melakukan evaluasi dan perbaikan.

"Tentu masih perlu ada perbaikan-perbaikan, dan itu hal yang wajar karena ini kebijakan baru agar nantinya bisa makin ideal mengatasi masalah rakyat kecil," lanjutnya.

Salah satu terobosan unik dalam pelaksanaan Homecare di Jember yakni pemanfaatan kendaraan dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga: Resmob Polresta Karawang Ringkus 3 Pelaku Begal Motor Buruh, Dua Rekannya Masih Diburu

Gus Fawait menyebut, ketimbang kendaraan dinas OPD dipakai untuk hal-hal yang kurang produktif, lebih baik dialihfungsikan menjadi armada operasional Homecare di tingkat Puskesmas.

Langkah ini diambil mengingat keterbatasan anggaran daerah yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembelian armada baru secara masif.

"Ini terobosan jajaran OPD yang merelakan kendaraannya dipakai Puskesmas untuk melaksanakan Homecare. Daripada dipakai untuk hal kurang produktif, kita alihkan demi pelayanan masyarakat," pungkasnya. ***