POJOKSATU.id, JEMBER – Gelombang kekecewaan mendalam tengah melanda jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Sikap Pengurus Karteker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember yang dinilai tidak komunikatif dan mengabaikan struktur di tingkat bawah menjadi pemicu utamanya.
Puncaknya terjadi saat sejumlah perwakilan pengurus MWC menyambangi Kantor PCNU Jember pada Rabu, (29/7/2026), untuk menggelar audiensi yang telah dijadwalkan secara resmi.
Baca Juga: Selain BTS, Ini Deretan Musisi Dunia yang Pernah Kritik dan Boikot Grammy Awards
Namun, sangat disayangkan, tidak ada satu pun perwakilan pengurus karteker yang hadir untuk menemui maupun membuka ruang dialog dengan para ketua MWC.
Koordinator MWCNU Jember, H. Muhammad Hasyim, mengonfirmasi kekecewaan massal tersebut usai mendapati kantor PCNU dalam keadaan kosong tanpa perwakilan karteker.
"Kedatangan kami ke PCNU Jember ini merupakan tindak lanjut atas surat resmi yang telah kami kirimkan," ujar Hasyim saat ditemui awak media.
Baca Juga: Mantan Plt Kadis PMD Mandailing Natal Ditahan Kejari Dugaan Korupsi Rp1,7 Miliar Smart Village
Hasyim menjelaskan bahwa pihak MWC sebelumnya telah melayangkan surat permohonan agar pengurus karyeker segera menjadwalkan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab).
Namun, hingga surat kedua terkait permohonan audiensi dikirimkan, tidak ada jawaban ataupun respons tertulis yang diberikan oleh jajaran karteker.
Langkah audiensi tersebut sebenarnya digagas karena para ketua MWC mendesak kepastian tahapan menuju Konfercab yang hingga kini masih gelap gulita.
Baca Juga: Resmob Polresta Karawang Ringkus 3 Pelaku Begal Motor Buruh, Dua Rekannya Masih Diburu
Ketiadaan kejelasan ini dinilai sangat krusial mengingat agenda Muktamar NU sudah semakin dekat di depan mata.
Jika Konfercab terus tertunda, dipastikan PCNU Jember terancam tidak memiliki legalitas kepengurusan dan kehilangan hak suara dalam ajang tertinggi NU tersebut.
Selain masalah Konfercab, sikap tertutup pengurus karteker juga berdampak langsung pada kelumpuhan aktivitas dan roda organisasi NU di tingkat MWC.
Salah satu perwakilan MWC mengungkapkan bahwa sejak SK karteker diterbitkan oleh PBNU, pengurus karteker sama sekali belum pernah mengenalkan diri atau membuka saluran komunikasi.
Akibatnya, banyak urusan administratif organisasi yang tersendat, seperti pengusulan surat pengesahan pengurus MWC hingga terhentinya agenda lembaga-lembaga NU.
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Karawang, 12.155 Warga Kesulitan Air Bersih
Bahkan, kegiatan keagamaan rutin seperti Lembaga Bahtsul Masail (LBM) terpaksa tidak berjalan karena pengurus tidak berani melangkah tanpa koordinasi dengan karteker PCNU.
"Kami ini butuh komunikasi. Kegiatan organisasi jadi berhenti, termasuk pengusulan surat-surat tidak bisa jalan karena belum pernah ada komunikasi," cetusnya dalam forum tersebut.
Menyikapi kebuntuan ini, MWC se-Cabang Jember menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan organisasi lebih lanjut.
Baca Juga: HUT Ke-70 Danamon, Warga Karawang Bisa Nikmati Konser Gratis dan Cashback QRIS 70 Persen
Hasyim memastikan pihaknya akan segera bersurat resmi ke Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur hingga Pengurus Besar NU (PBNU).
"Kami menyatakan kekecewaan yang mendalam dan akan melaporkan kondisi ini kepada PWNU Jawa Timur serta PBNU agar dilakukan evaluasi dan peninjauan terhadap kinerja Pengurus Karteker PCNU Jember," tegas Hasyim menutup keterangannya. ***



