POJOKSATU.id, JEMBER - Bupati Jember, Gus Fawait, menyoroti pentingnya langkah kolaboratif untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan masalah stunting di Kabupaten Jember.

Melalui forum Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), bupati ingin memotong rantai informasi yang terputus dengan mengajak seluruh elemen menyosialisasikan program kesehatan dari pemerintah daerah.

Langkah ini diambil secara serius setelah Gus Fawait mendapati fakta di lapangan bahwa program kesehatan yang sudah disiapkan pemerintah belum dinikmati secara maksimal akibat minimnya informasi yang sampai ke telinga warga.

 Baca Juga: Mau Beli Mobil Tanpa Ganggu Keuangan? Ini 6 Investasi yang Bisa Jadi Pilihan

"Banyak masyarakat Jember yang belum mengetahui adanya program UHC prioritas," ungkap Gus Fawai, saat ditemui wartawan di saat Bunga Desaku di Seger Nusantara, Kecamatan Pakusari, Senin malam, (20/7/2026).

Kondisi tersebut bukanlah sebuah asumsi belaka. Gus Fawait memastikan validitas informasi itu melalui pemantauan rutin dan pengerahan perwakilan legislatif untuk langsung berinteraksi dengan warga.

"Dari mana Gus tahu? Kami selalu ngecek, bahkan nyuruh beberapa anggota DPRD untuk keliling-keliling, ngecek kepada masyarakat," beber bupati.

 Baca Juga: Buntut Hina Profesi Wartawan, PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi

Satu hal yang cukup mengejutkan baginya adalah ketidaktahuan terkait layanan kesehatan gratis ini tidak murni disebabkan oleh faktor geografis atau keterpencilan suatu wilayah.

"Bahkan masyarakat kota banyak yang gak tahu loh terkait masalah UHC," sambungnya.

Demi memutus mata rantai masalah tersebut, bupati berkomitmen untuk terus turun tangan mensosialisasikan jaminan pengobatan gratis di setiap agenda blusukannya.

 Baca Juga: Kapan Seleksi CPNS 2026 Dibuka? Simak Tanggapan Resmi BKN Menjawab Keresahan Pelamar

Ia sengaja memilih pendekatan yang merakyat dan mudah dipahami agar tidak ada lagi keraguan bagi warga, khususnya ibu hamil berisiko tinggi, untuk segera memeriksakan diri. 

"Makanya setiap kesempatan, kami selalu bilang seperti tadi dengan bahasa yang sesimpel mungkin sambil guyon-guyon, bahwa hari ini kalau ada orang sakit termasuk ibu hamil, terutama risiko tinggi, bisa datang ke puskesmas gratis,  ke rumah sakit gratis," pungkas Gus Fawait. ***