POJOKSATU.id, JEMBER - Krisis air bersih yang kerap melanda Kecamatan Pakusari saat musim kemarau mendapat perhatian serius dari Bupati Jember, Gus Fawait.
Melalui rangkaian kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), Gus Fawait terjun langsung membedah masalah kekeringan ini agar tidak terus berulang setiap tahunnya.
Gus Fawait menegaskan jika kunjungannya ke Pakusari bukan sekadar formalitas.
Baca Juga: Buntut Hina Profesi Wartawan, PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi
Ia mengaku telah menyerap aspirasi langsung dari akar rumput guna mencari jalan keluar atas permasalahan air yang menyulitkan warga.
"Alhamdulillah, kita tadi berdiskusi dengan beberapa kelompok masyarakat, kita menemui beberapa kepala desa di Kecamatan Pakusari."
"Tadi saya sudah minta untuk dipetakan, salah satunya terkait masalah air," ujar Gus Fawait saat menghadiri acara Bunga Desaku di Seger Nusantara, Pakusari, Senin malam, (20/7/2026).
Baca Juga: Kapan Seleksi CPNS 2026 Dibuka? Simak Tanggapan Resmi BKN Menjawab Keresahan Pelamar
Selama ini, Pemerintah Kabupaten Jember bukannya tutup mata.
Bantuan air bersih (dropping air) sebagai langkah darurat sudah disalurkan.
Namun, bupati menilai bantuan tersebut belum menyelesaikan akar masalah.
Baca Juga: Langkah Nyata Mewujudkan Cita-Cita Jadi Guru Profesional Lewat Seleksi PPG Calon Guru 2026
Gus Fawait menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan solusi darurat.
Ia menolak jika warga Pakusari harus terus menjerit kehausan setiap kali musim kemarau tiba.
"Memang jangka pendeknya kita sudah bantu ya, air, tapi saya inginnya kemarau ini tidak setiap kemarau terus susah air," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut nyata, bupati langsung memberikan instruksi tegas kepada jajaran birokrasi di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Ia mewajibkan adanya koordinasi lintas sektoral yang cepat dan terukur.
"Makanya tadi saya minta Pak Camat, dengan semua Kepala Desa dan OPD terkait untuk memetakan terkait masalah air di Kecamatan Pakusari," tambahnya.
Baca Juga: Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta 2026, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Semangat Ajeg Budaya
Ke depannya, Gus Fawait berharap hasil pemetaan tersebut dapat melahirkan kebijakan strategis yang berkelanjutan, bukan sekadar "pemadam kebakaran" saat krisis terjadi.
"Mudah-mudahan kita bisa cari solusi bukan cuman jangka pendek, tetapi juga bisa jangka menengah dan jangka panjang, sehingga masalah air ini bisa betul-betul bisa kita atasi dengan intervensi dari Pemerintah Kabupaten Jember," pungkas Gus Fawait.***



