POJOKSATU.id, JEMBER – Puskesmas Patrang terus berbenah melakukan transformasi layanan kesehatan demi memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat perkotaan.

Langkah ini diambil untuk mengimbangi tingginya kebutuhan medis dari sekitar 72 ribu warga yang tersebar di wilayah Kelurahan Jember Lor, Patrang, dan Gebang.

Kini, Puskesmas Patrang tidak lagi sekadar menjadi pusat layanan kesehatan dasar, melainkan telah ditingkatkan menjadi fasilitas yang siaga penuh sepanjang waktu.

Baca Juga: Profil STIKVINC Surabaya, Kampus Kesehatan yang Berawal dari Sekolah Perawat pada 1954

Kepala Puskesmas Patrang, dr. Gurid Anggridiaksha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memaksimalkan unit gawat darurat dan fasilitas persalinan agar bisa diakses kapan saja oleh warga.

"Selain pelayanan yang rawat jalan, kita juga ada pelayanan yang gawat darurat atau IGD 24 jam, dan kita juga melayani persalinan 24 jam," ujar dr. Gurid, Senin, (13/7/2026).

Tidak berhenti di situ, Puskesmas Patrang juga telah menyiapkan fasilitas ruang rawat inap yang memadai untuk observasi pasien.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Mundurnya Febrie Adriansyah Tak Menggunakan Keppres, Ini Alasannya

Terdapat enam tempat tidur yang siap digunakan bagi pasien yang memerlukan perawatan intensif dengan pemantauan ketat dari tenaga medis.

Dari sisi peralatan medis, Puskesmas Patrang juga terus melengkapi diri agar mampu melakukan diagnosis yang lebih akurat tanpa harus selalu merujuk ke rumah sakit.

Puskesmas kini telah dilengkapi dengan layanan dokter spesialis dengan dukungan alat USG, fasilitas laboratorium, hingga pemeriksaan kesehatan oleh dokter gigi.

Baca Juga: Festival Adu Layangan Bupati Cup Purwakarta Diserbu Peserta dari Jatim, DKI Jakarta hingga Banten

Guna menunjang efektivitas layanan, dr. Gurid juga mengintegrasikan sistem pelaporan dengan jejaring medis swasta di sekitar wilayah Patrang.

Kolaborasi ini mencakup klinik swasta, praktik dokter mandiri, hingga rumah sakit yang ada di wilayah kerja Puskesmas Patrang.

Integrasi ini memungkinkan adanya pemantauan data kesehatan pasien secara berkala, termasuk laporan dari praktik dokter gigi dan bidan praktik mandiri.

Hingga saat ini, Puskesmas Patrang memantau ketat 250 penyandang disabilitas serta 167 lansia dengan riwayat penyakit kronis.

Tak hanya itu, kesehatan 24 tokoh agama setempat juga menjadi prioritas yang dipantau secara berkala oleh tim medis.

Baca Juga: Evaluasi Kinerja Triwulan I, Komisi III DPRD Jabar Dorong Bank BJB Perkuat Kontribusi Ekonomi Daerah

Berkat ketatnya pemantauan dan kelengkapan fasilitas tersebut, angka kematian ibu di wilayah Patrang sukses bertahan di angka nol.

"Alhamdulillah kematian ibu kita nol, 2025 nol, 2026 sampai update bulan Juli ini masih nol," tutur dr. Gurid dengan bangga.

Integrasi sistem pelaporan dengan jejaring medis swasta, seperti klinik, praktik dokter, hingga bidan, membuat rekam jejak kesehatan warga terpantau akurat.

Baca Juga: Buka MPLS 2026, Bupati Bandung KDS Tegaskan Sekolah Harus Bebas Perundungan dan Pungli

Dengan adanya peningkatan fasilitas dan sistem jejaring yang terpadu ini, Puskesmas Patrang memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. ***