POJOKSATU.id, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan peringatan tegas yang ditujukan langsung kepada seluruh jajarannya di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun jika masih ada anak di Jember yang sampai putus sekolah.
Ultimatum ini disampaikan secara blak-blakan saat dirinya meninjau langsung progres proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Polisi Sita Total Uang Lebih Rp67 M dan 74 Kg Emas Batangan dari Penggeledahan 12 Lokasi di Jakarta
Menurutnya, urusan pendidikan bagi rakyat kecil adalah prioritas mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh para pemangku kebijakan di tingkat bawah.
Gus Fawait meminta para camat dan lurah untuk lebih peka serta rajin turun ke lapangan demi memastikan kondisi riil warganya masing-masing.
Ia tidak ingin lagi mendengar ada alasan klasik seperti masalah ekonomi yang membuat masa depan anak-anak di Jember menjadi terenggut.
Baca Juga: Lapas Bengkalis Berperan Bongkar Sindikat Narkoba Internasional, Bareskrim Sita 10,8 Kg Sabu
"Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran kami, camat, lurah, dan lain sebagainya untuk memastikan di daerahnya masing-masing tidak boleh lagi ada anak orang Jember, anak orang Indonesia, yang tidak bisa sekolah," tegasnya.
Gus Fawait menginginkan agar seluruh elemen pemerintahan bergerak aktif menyisir pemukiman warga untuk mendata anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Baginya, alasan putus sekolah karena kendala biaya sudah tidak relevan lagi mengingat pemerintah telah menyediakan fasilitas Sekolah Rakyat yang megah secara gratis.
Baca Juga: Polisi Sita Emas Batangan dan Ratusan Juta Diduga dari Rumah Jaksa Febry Ardiansyah di Sentul
"Jangan ada yang putus sekolah gara-gara masalah biaya, masalah ekonomi," imbuhnya memperingatkan jajarannya agar tidak lalai.
Tidak tanggung-tanggung, Gus Fawait bahkan sudah menyiapkan evaluasi bagi bawahannya yang kedapatan abai terhadap nasib pendidikan warga sekitar.
Ia secara terang-terangan menunjuk camat dan lurah sebagai pihak utama yang harus bertanggung jawab penuh jika ada kasus anak terlantar di wilayah mereka.
"Nanti kalau sampai ada warga di kecamatan atau di kelurahan yang tidak bisa sekolah karena faktor biaya, pertama kali yang saya akan salahkan adalah pak camatnya dan pak lurahnya," ancam Gus Fawait tanpa basa-basi.
Melalui kehadiran Sekolah Rakyat ini, Pemkab Jember berkomitmen penuh memberikan jaminan masa depan terbaik, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Dengan adanya ancaman langsung dari bupati ini, diharapkan seluruh anak di Jember bisa mendapatkan hak belajar mereka secara merata tanpa terkendala biaya lagi.
Selain gedung sekolah megah dan lengkap dari SD-SMA, Sekolah Rakyat Jember akan memiliki deretan fasilitas mewah yang biasanya hanya ada di sekolah mahal mulai dari asrama, dua lapangan basket,lapangan sepak bola standar FIFA, hingga fasilitas makan bergizi gratis tiga kali sehari.
Jika sesuai jadwal, pembangunan Sekolah Rakyat ini akan rampung pada akhir Juli mendatang. ***



