POJOKSATU.id, JEMBER – Di saat banyak pengusaha ketar-ketir menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), pemandangan berbeda justru terlihat di Perumda Perkebunan (PP) Kahyangan Jember.
Menguatnya kurs dolar AS ternyata membawa berkah luar biasa bagi komoditas andalan mereka, karet.
Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan PP Kahyangan Jember, Nyoman Aribowo, tak menampik bahwa gejolak ekonomi global saat ini justru menjadi angin segar bagi neraca keuangan perusahaan.
"Kita hari ini ya agak tersenyum agak lebar dikit lah karena harga karet yang bagus," ungkap Nyoman blak-blakan, Rabu (8/7/2026).
Sebelum dolar meroket, harga jual karet di pasaran sempat lesu dan tertahan di angka di bawah Rp30.000 per kilogram.
Kini, kondisinya malah berbalik 180 derajat.
Efek domino dari kuatnya dolar membuat harga karet rata-rata merangkak naik ke level Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Bahkan, untuk karet dengan kualitas grade atas, harganya bisa melesat menembus Rp40.000 per kilogram.
Bisa dibayangkan seberapa besar cuan yang mengalir ke kas daerah.
Baca Juga: Ratusan Warga Serbu PATEN Karawang, TNI Turun Tangan Kawal Layanan KTP hingga UMKM
Mengingat PP Kahyangan mampu memproduksi hingga 1.000 ton karet setengah jadi dalam setahun, selisih kenaikan harga ini jelas menjadi "durian runtuh" bernilai miliaran rupiah.
"Karet ini potensial karena Indonesia ini kan eksportir kedua di dunia. Nah, kita di Jember ini salah satu (penghasilnya), PP Kahyangan ini juga kita punya setahun 1.000 ton karet," tegas Nyoman bangga. ***



