POJOKSATU.id, JEMBER – Polemik menumpuknya sampah di Kabupaten Jember akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah Kabupaten Jember (Pemkab) sudah menyiapkan mega proyek berupa sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.
Proyek ini ditujujan untuk mengakhiri praktik penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau open dumping.
Baca Juga: Sasar Remaja Putus Sekolah di Area Pelosok, Dekranasda Jember Cetak Wirausaha Batik Baru
Jember patut berbangga, pasalnya daerah ini terpilih menjadi satu dari sekitar 20 kabupaten di seluruh Indonesia yang mendapat kepercayaan penuh dari pemerintah pusat.
Kepercayaan tersebut berupa kucuran investasi besar. guna memodernisasi tata kelola persampahan daerah.
Gus Fawait menegaskan bahwa isu sampah adalah masalah klasik yang butuh penanganan konkret dan jangka panjang.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk fokus pada penyelesaian alih-alih saling menyalahkan.
"Persoalan sampah ini sudah berlangsung cukup lama. Hari ini bukan saatnya mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bersama-sama menghadirkan solusi," ujar Fawait, Kamis (2/7/2026).
"Alhamdulillah, Jember mendapat kepercayaan menjadi salah satu daerah yang memperoleh investasi pengelolaan sampah. Ini langkah besar untuk sistem penanganan yang lebih modern," imbuhnya.
Tidak main-main, nilai investasi yang akan masuk ke Jember ditaksir menyentuh angka Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.
Dana fantastis ini akan dialokasikan untuk membangun fasilitas canggih ramah lingkungan yang mampu "menyulap" gunungan sampah menjadi energi listrik dan produk bernilai ekonomi lainnya.
Jika berjalan sesuai jadwal, peletakan batu pertama atau proses pembangunan fasilitas modern ini akan digeber pada rentang Agustus hingga September 2026.
Nantinya, target mega proyek ini rampung dan siap beroperasi penuh pada April 2028 mendatang.
Baca Juga: Banyuwangi Jadi Contoh Pilot Project Bansos Digital Nasional
Selain membebaskan Jember dari krisis sampah, keberadaan fasilitas ini diproyeksikan akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga roda ekonomi daerah makin berputar. ***



