POJOKSATU.ID - Seorang siswa SD berusia 11 tahun, yang tinggal di Pamekasan Jawa Timur (Jatim), baru-baru ini menjadi sorotan masyarakat.

Bagaimana tidak, bocah SD tersebut nekat mengendarai mobil pickup dan memboyong teman sekolahnya yang berjumlah lebih dari 10 anak.

Aksi bocah laki-laki tersebut, terekam video dan seketika viral di media sosial (medsos), salah satunya akun Instagram @folkshit.

Dalam video tersebut, terlihat bocah yang baru belajar menyetir tersebut dengan santainya membawa sejumlah temannya saat ditegur oleh seseorang yang merekamnya.

Baca Juga: Pemprov Sumut dan BPH Migas Teken Kerja Sama BBM Tertentu, Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Kondisi ini, tentu membuat miris banyak warganet yang menyaksikan kejadian ini dan menyayangkan tindakan dari bocah tersebut.

Pasalnya, aksi yang dilakukan bocah SD ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, namun juga banyak orang.

Bahkan, hingga berita ini ditulis video tersebut sudah mendapatkan like sebanyak 17.9 ribu, 339 komentar dan telah dibagikan oleh 1.661 orang.

Dari ratusan komentar, kebanyakan dari mereka menyayangkan adanya kejadian ini, dan justru mempertanyakan peran orang dewasa yang berada di lingkungan bocah tersebut.

Baca Juga: Peluncuran Layanan Pencatatan Social Enterprise pada AHU Online : Dukungan Tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sebab, tindakan ini sungguh tidak dibenarkan, sehingga seharusnya orangtua atau orang dewasa yang ada disekitar mereka dapat mencegah hal ini terjadi.

"Itu banyak anak-anak, kalau kecelakaan hilang semua nyawa anak-anak itu. Ya Allah kenapa diizinkan dan dibiarkan," tulis salah satu akun @ayah***a dikolom komentar, dikutip pada Rabu (13/11/2024).

Selain itu, komentar senada juga diungkapkan oleh akun @banan***si, ia merasa kesal dengan si perekam video, yang seharusnya mencegah tingkah bocah tersebut, bukan justru diketawakan.

Baca Juga: Agensi Baru Song Jae Rim Angkat Bicara, Ungkap Betapa Baiknya Kepribadian Aktor Berusia 39 Itu

"Kalau ditilang nyalahin polisi, tapi nggak perduli keselamatan anak. Kalau di negara maju bisa dipenjara yang kasih izin," timpal akun lainnya @erka***n.***