POJOSATU.ID - Gunung Semeru memuntahkan awan panas disertai banjir lahar dingin pada Minggu (10/11) sore.

Para penambang pasir di kaki Gunung Semeru panik usai mendapat pemberitahuan dari petugas pos pengamatan saat guguran awan panas disertai banjir lahar dingin mulai terjadi.

Kemunculan awan panas tersebut sulit terdeteksi secara visual lantaran tertutup kabut.

Baca Juga: Sugianto Nangolah Menyoroti Isu Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial yang Belum Optimal

Namun, Pos Pengamatan Gunung Semeru berhasil merekam awan panas dengan dengan amplitudo maksimal 22 milimeter selama 478 detik, disusul dengan banjir lahar.

Banjir lahar dingin tersebut segera menerjang aliran sungai yang mengalir ke kaki Gunung Semeru dengan debit besar.

Banjir lahar tersebut membawa material vulkanik berupa pasir dan bebatuan.

Baca Juga: Mengejutkan! Gunawan Sadbor Jadi Duta Anti Judi Online Usai Ditangguhkan dari penjara ! Kok Bisa?

Para penambang pasir di kaki Gunung Semeru pun bergegas menyelamatkan diri dengan menaiki truk pengangkut pasir.

Salah satu titik penambangan yang pekerjanya segera menyelamatkan diri adalah di kawasan Sungai Kali Lanang, Desa Supit Urang, Pronojiwo, Lumajang.

"Dengan pemberitahuan tadi kita langsung bisa menghubungi pelaku-pelaku kegiatan tambang di sekitar bantaran," kata Sugiono, Koordinator Pos Pantau Curah Kokoban.

Baca Juga: Sekda Herman Suryatman Perkenalkan Kredit Jabar Caang: Program Baru untuk Mencetak Wirausaha Perempuan di Jawa Barat

Akibat peristiwa ini jalur alternatif Lumajang-Malang melalui Curah Kobokan tak dapat diakses.

Sebelum peristiwa muntahan awan panas dan banjir lahar ini kawasan puncak Gunung Semeru dilaporkan sempat diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.

Terkait peristiwa ini, petugas BPBD Kabupaten Lumajang pun telah disiagakan 24 jam di Pos Pantau Curah Kobokan untuk memantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Baca Juga: Tingginya Pengangguran Terbuka di Jabar: DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

Petugas juga telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.***