POJOKSATU.id - Layanan akhir pekan Bank Jambi dinilai sebagai langkah tepat dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah gangguan sistem layanan perbankan.
Pengamat perbankan Laila Farhat menyebut kebijakan membuka layanan operasional kantor cabang hingga akhir pekan merupakan respons manajerial yang tepat.
Menurut Laila Farhat, langkah tersebut menunjukkan komitmen Bank Jambi dalam menjaga kontinuitas layanan kepada nasabah.
Baca Juga: Buruan Daftar! Mudik Gratis Pemprov Jambi Dibuka 9–10 Maret 2026, Berangkat 14 Maret
Laila Farhat menjelaskan bahwa dalam industri perbankan keberlangsungan layanan kepada nasabah atau service continuity merupakan faktor penting untuk mempertahankan tingkat kepercayaan publik.
Ketika sebagian layanan digital seperti ATM dan mobile banking mengalami gangguan, bank perlu memastikan alternatif layanan tetap tersedia.
“Pembukaan layanan hingga Sabtu dan Minggu menunjukkan bahwa Bank Jambi berupaya menjaga operational resilience agar aktivitas transaksi nasabah tetap berjalan,” ujar Laila Farhat pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu Disetujui Al Haris, 6.438 Pegawai di Jambi Akan Terima Rp1 Juta
Menurutnya penguatan layanan teller dan customer service di kantor cabang menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan nasabah selama proses pemulihan sistem teknologi informasi.
Layanan tersebut memungkinkan nasabah tetap melakukan transaksi dasar seperti penarikan tunai, setoran serta verifikasi rekening.
Laila Farhat menilai langkah ini merupakan mekanisme mitigasi yang lazim dilakukan dalam manajemen krisis operasional perbankan.
Baca Juga: Komisi II DPR RI Kunjungi Jambi Bahas Penguatan BUMD dan Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria
Meski demikian, Laila Farhat menegaskan bahwa langkah operasional tersebut harus disertai percepatan pemulihan sistem teknologi informasi.
Selain itu bank juga perlu melakukan audit keamanan sistem secara komprehensif untuk mencegah potensi gangguan serupa di masa mendatang.
Ia menilai penguatan tata kelola keamanan siber menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas sistem perbankan.
Menurut Laila Farhat, secara fundamental Bank Jambi masih memiliki kapasitas institusional untuk melakukan pemulihan sistem.
Dukungan permodalan yang relatif memadai serta struktur keuangan yang stabil dinilai menjadi modal penting bagi bank untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi.
Selain itu penguatan manajemen risiko serta sistem disaster recovery juga perlu menjadi perhatian.
Laila Farhat menilai insiden ini dapat menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk mempercepat transformasi digital yang lebih aman dan berkelanjutan.
Jika proses pemulihan sistem dilakukan secara transparan serta komunikasi kepada publik berjalan baik maka reputasi Bank Jambi dinilai tetap dapat terjaga.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam industri perbankan dan harus dijaga melalui layanan yang konsisten serta sistem yang aman,” ujarnya.***
