POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pemerintah Irak mendorong Pemerintah Republik Iran dan Kerajaan Arab Saudi membentuk Dewan keamanan bersama sebagai langkah meredakan ketegangan sekaligus membangun kembali kepercayaan antara dua kekuatan utama di kawasan Timur Tengah.
Penasihat Keamanan Nasional Perdana Menteri Irak, Qasim al-Araji, mengatakan Baghdad telah menyampaikan proposal tersebut kepada pemerintah Iran dan Arab Saudi.
Menurutnya, persoalan utama yang selama ini membayangi hubungan kedua negara adalah minimnya rasa saling percaya.
Baca Juga: Putra Mahkota Saudi MBS Disebut Telpon Donald Trump Agar Batalkan Serangan Besar ke Iran
“Masalah antara kedua negara tersebut adalah krisis kepercayaan,” kata al-Araji kepada stasiun televisi pemerintah Iraqiya TV, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Al-Araji tidak merinci bentuk maupun mekanisme dewan keamanan bersama yang diusulkan Irak. Hingga kini, pemerintah Iran dan Arab Saudi juga belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut.
Usulan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional. Pada 27 Juli lalu, Arab Saudi mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dan diduga menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur serta Riyadh.
Baca Juga: Trump Klaim Batalkan Serangan Besar-besaran Terhadap Iran, Diminta Negara-negara di Timteng
Riyadh menuding kelompok militan terafiliasi Iran berada di balik serangan tersebut dan menyatakan berhak merespons.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi pada hari yang sama memerintahkan aparat keamanan menyelidiki informasi dari Arab Saudi mengenai peluncuran drone tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan juga membahas perkembangan kawasan dan menekankan pentingnya menahan eskalasi serta menyelesaikan perselisihan melalui jalur damai.***

