POJOKSATU.id, JAKARTA—Baku hantam terjadi antara sesama tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di kapal induk USS Abraham Lincoln.
Sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas akibat insiden ini. Insiden diduga dipicu masa pengerahan militer yang berkepanjangan dalam menghadapi perang dengan Iran.
Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya.
Baca Juga: Nicholas Hoult Jadi Gilderoy Lockhart di Harry Potter Season 2, Ini Daftar Pemerannya
Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.
Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.
Penasihat itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.
Baca Juga: Putra Mahkota Saudi MBS Disebut Telpon Donald Trump Agar Batalkan Serangan Besar ke Iran
Konfrontasi tersebut kemudian memuncak menjadi perkelahian fisik antar awak kapal induk AS tersebut. Sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya digunakan dalam perkelahian tersebut.
Akibatnya, menurut sumber yang dikutip Tasnim, sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dan beberapa personel militer lainnya tewas. Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.
Belum ada tanggapan langsung militer AS atau Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut. USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia.***

