POJOKSATU.id, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan menyambut musim Ibadah Haji atau Hari Raya Idul Adha, Selasa (26/5).
Melalui saluran Telegram-nya, ketika Teheran dan Washington membahas kerangka kerja untuk mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung selama tiga bulan, Mojtaba menyebut Timur Tengah (Timteng) tidak akan lagi menjadi pangkalan Amerika.
“Waktu tidak bisa diputar kembali, dan negara-negara serta wilayah di kawasan ini tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” ujar Mojtaba dilansir Al Jazeera, Selasa (26/5).
Baca Juga: Sasar Kapal Perang dan Peluncuran Rudal, AS Serang Pelabuhan Bandar Abbas di Iran Selatan
Menurutnya, Amerika tidak akan lagi memiliki tempat ntuk mendirikan pangkalan militer di kawasan ini.
Ini telah menjadi salah satu argumen utama Iran sepanjang perang: bahwa negara-negara regional harus mengakhiri kehadiran AS.
Mojtaba juga berbicara tentang kemenangan poros perlawanan, termasuk Lebanon, dengan mengatakan bahwa pasukan proksi Iran telah memberi pelajaran kepada Amerika dan entitas Zionis.
Khamenei menyerukan kepada negara-negara Islam dan negara-negara lain untuk berbagi kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan masa depan kawasan serta dunia.
Baca Juga: AS dan Iran Disebut akan Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari dan Selat Hormuz Dibuka
“Dengan ketulusan dan kemurnian, saya mengajak semua negara dan pemerintah Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kebaikan bersama,” katanya.
Hari-hari Terakhir Israel
Dia juga menyatakan Israel mendekati hari-hari terakhirnya. Menurutnya, Israel sebagai tumor kanker berbahaya yang keberadaannya tidak akan bertahan lama.
“Rezim Zionis yang sedang goyah dan tumor kanker ganas bernama Israel pun kini mendekati tahap akhir dari keberadaan mereka yang menyedihkan,” kata Mojtaba dalam pesan tersebut.
“Sesuai dengan kata-kata tegas dan visioner dari Pemimpin kita yang mulia dan gugur sebagai syuhada sepuluh tahun yang lalu, mereka (Israel) tidak akan bertahan hingga dua puluh lima tahun setelah tanggal tersebut,” sambungnya.
Dia menegaskan Iran membuat rezim Zionis tak berdaya di bawah serangan dahsyatnya selama perang paksaan kedua, dan menyebutnya sebagai tamparan keras bagi Amerika Serikat (AS).
Mojtaba juga mengatakan bahwa masa depan adalah milik umat Islam dan peradaban Islam baru.
Mojtaba Khamenei mengatakan kekuatan-kekuatan Teluk tidak lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer AS, dan Washington tidak akan memiliki tempat berlindung yang aman di kawasan tersebut.***

