POJOKSATU.id,--Iran membantah menyerang fasilitas energi Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (5/5/2026) seperti berita yang beredar sehari belakangan ini.

Tuduhan menyerang UEA ini segera dibantah secara tegas oleh pemerintah Iran.

Melalui siaran televisi pemerintah, seorang pejabat militer Iran menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang diarahkan kepada Iran tidak memiliki dasar yang kuat.

Ia juga menyebut Republik Islam Iran tidak memiliki rencana maupun program untuk menyerang fasilitas minyak di wilayah Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Sempat Hilang, Instagram Ahmad Dhani Muncul dan Diretas Menjadi Akun Bisnis Ponsel, Pentolan Dewa Itu Imbau Netizen Waspada

Hal senada juga diungkap Media pemerintah Iran, IRIB, yang melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran secara resmi membantah keterlibatan dalam serangan rudal maupun drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan tidak ada operasi militer semacam itu yang dilakukan oleh Iran.

Al-Anbiya menambahkan bahwa setiap operasi militer Iran akan diumumkan secara terbuka dan resmi kepada publik, sehingga tuduhan yang beredar dinilai tidak sesuai fakta.

"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak meluncurkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir," demikian pernyataan Khatam Al Anbiya, Selasa (5/5).

Baca Juga: Persija vs Persib Batal Digelar di Jakarta, I League Pilih Samarinda demi Keamanan

"Jika kami melakukannya, kami akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas," tambah militer Iran, seperti dikutip Anadolu.

Lebih lanjut, Iran turut mengeluarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab (UEA) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, setelah saling tuding terkait serangan terhadap fasilitas energi di wilayah Fujairah hingga menyebabkan kebakaran dan melukai sedikitnya tiga warga negara India.

Pemerintah Iran menyatakan akan memberikan respons tegas dan penuh penyesalan apabila wilayah Uni Emirat Arab digunakan sebagai basis untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Peringatan ini disampaikan sebagai bagian dari respons atas situasi keamanan yang semakin memanas di kawasan.

Selain peringatan tersebut, Iran juga menuduh Uni Emirat Arab memberikan ruang bagi operasi militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.

Teheran menilai keberadaan kekuatan asing di kawasan Teluk berpotensi memperburuk ketegangan serta mengancam stabilitas regional secara keseluruhan.

Menurut Iran, keterlibatan atau fasilitas yang diberikan kepada pihak asing dapat memperbesar resiko konflik dan berdampak pada keamanan jalur strategis perdagangan minyak dunia.***