POJOKSATU.id, JAKARTA-- Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+.
Ini menjadi pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, terutama saat perang Iran menyebabkan guncangan energi dan mengganggu perekonomian global.
Para produsen OPEC di Teluk telah berjuang untuk mengirimkan ekspor melalui Selat Hormuz karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas.
Baca Juga: Hacker Iran Handala Serang Ratusan Personel Militer Amerika, Klaim Punya Data Pribadi Spesifik
Selat ini adalah jalur yang dilewati seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, dan kini ditutup oleh Teheran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), UEA akan menarik diri dari OPEC pada 1 Mei 2026, demikian menurut kantor berita negara, WAM.
Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta pengembangan sektor energinya, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik.
Baca Juga: Sri Sultan Perintahkan Seluruh Daycare Tak Berizin di Yogyakarta Ditutup Imbas Kekerasan di Aresha
"Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang," demikian pernyataan tersebut.
"Selama masa bakti kami di organisasi ini, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan dan pengorbanan yang lebih besar lagi demi kepentingan semua orang. Namun, sudah saatnya kita memfokuskan upaya kita pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional kita,” lanjut pernyataan itu.***

