POJOKSATU.id,--Iran menembakkan empat kali rudal balistik yang mengarah ke negara Turki selama masa perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Empat rudal ini berhasil dicegat oleh rudal Patriot baru milik NATO di pangkalan udara Incirlik di Turki selatan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte menegaskan bahwa mereka akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membela negara-negara anggotanya termasuk Turki.

Sebagai anggota aliansi pertahanan pimpinan AS tersebut, Turki yang berbatasan dengan Iran, sebagian besar terhindar dari serangan pembalasan Iran seperti yang dialami negara-negara di Timur Tengah.

Baca Juga: Didemo Ratusan Warga Kaltim, DPP Golkar Malah Tetap Dukung Rudy Masud, Yakin Bisa Selesaikan Situasi

Pasukan NATO telah menembak jatuh rudal balistik yang disebut ditembakkan dari Iran sebanyak empat kali.

Aliansi itu pun kemudian mengerahkan baterai rudal Patriot baru di pangkalan udara Incirlik di Turki selatan.

"Iran menyebarkan teror dan kekacauan, dan Anda merasakannya dengan jelas di sini di Turki," kata Rutte kepada wartawan pada Rabu (22/4) saat berkunjung ke perusahaan elektronik pertahanan terbesar Turki, Aselsan.

"Dalam beberapa minggu terakhir, NATO telah berhasil mencegat rudal balistik yang menuju Turki dari Iran dalam empat kesempatan terpisah," ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Rabu.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Sepihak, Ini Lima Analisa Iran Salah Satunya Amerika Kalah Perang

"NATO siap menghadapi ancaman seperti itu dan akan selalu melakukan apapun yang diperlukan untuk membela Turki dan semua negara lain. Dan kita tidak bisa melakukannya sendiri," tambahnya.

Kunjungan Rutte ini dilakukan menjelang KTT NATO yang akan diadakan di Ankara, Turki pada bulan Juli mendatang.

Memuji kemajuan yang telah dicapai Turki di bidang pertahanan, Rutte mengatakan: "Kita dapat belajar banyak dari apa yang dilakukan Turki di sini".

"Ini diperlukan karena kita hidup di dunia yang lebih berbahaya... dan itu berarti kita membutuhkan pertahanan yang kuat untuk melindungi keamanan kita," imbuhnya.

Rutte mengatakan bahwa Turki telah mengalami revolusi industri pertahanan dalam beberapa tahun terakhir.***