POJOKSATU.id, KALTIM—Tak disangka, cadangan uranium terbesar di dunia ternyata dimiliki negara yang merupakan tetangga Indonesia yaitu Australia.

Uranium kini menempati posisi penting dalam peta geopolitik global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan juga untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.

Bahan ini kerap disebut sebagai mata uang baru abad ke-21 karena perannya yang krusial dalam pembangkit listrik tenaga nuklir maupun potensi penggunaannya untuk senjata.

Baca Juga: Kakak Tak Terlihat Saat Demo Besar Menyoal Gaya Hidup Adiknya Gubernur Kaltim, Tujuh Fraksi Setuju

Menurut Asosiasi Nuklir Dunia (World Nuclear Association/WNA), tiga negara utama yakni Kazakhstan, Kanada, dan Namibia, menguasai hampir 75 persen produksi uranium dunia.

Konsentrasi produksi yang tinggi ini memberi mereka pengaruh besar terhadap siapa yang dapat mengembangkan program energi nuklir atau bahkan senjata nuklir.

Lebih jauh lagi, hanya 10 negara yang menguasai lebih dari 90 persen produksi uranium dunia.

Tingkat konsentrasi yang tinggi ini berarti negara-negara tersebut berpotensi memiliki pengaruh besar terhadap siapa yang dapat mengembangkan program energi nuklir atau bahkan senjata nuklir.

Beberapa negara, seperti India, mengembangkan alternatif dengan menggunakan bahan lain seperti thorium untuk program energi nuklir sipil.

Namun, mereka tetap membutuhkan uranium untuk program senjata nuklir, sehingga harus menghadapi rantai pasokan yang kompleks dan sensitif secara politik.

Bahkan Amerika Serikat mengimpor sebagian besar uranium yang digunakan di pembangkit listriknya.Ironisnya, pemasok terbesar AS adalah Kanada.

Baca Juga: Diduga Dipakai ABG untuk Nongkrong, Mobil Dinas Pemkab Karawang Terlantar di Kawasan Industri

Dalam industri uranium, cadangan yang layak secara ekonomi lebih penting dibandingkan total deposit fisik.

Secara internasional, sekitar 130 dolar AS per kilogram dianggap sebagai batas atas agar uranium tetap layak ditambang secara ekonomis.

WNA memperkirakan dunia memiliki sekitar 5.925.700 ton uranium yang layak secara ekonomi. Australia diyakini memiliki cadangan terbesar di dunia saat ini.

Berikut 10 Besar Pemilik Cadangan Uranium Terbesar

1.Australia: 1.671.200 ton (28 persen)

2.Kazakhstan: 813.900 ton (14 persen)

3.Kanada: 582.000 ton (10 persen)

4.Namibia: 497.900 ton (8 persen)

5.Rusia: 476.600 ton (8 persen)

6.Niger: 336.000 ton (6 persen)

7.Afrika Selatan: 320.900 ton (5 persen)

8.China: 270.500 ton (5 persen)

9.Brasil: 167.800 ton (3 persen)

10.Mongolia: 144.600 ton (2 persen)

Namun, negara dengan cadangan terbesar belum tentu menjadi produsen utama Uranium.***