POJOKSATU.id, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui badan Organisasi Maritim Internasional (IMO) akan turun tangan mengevakuasi kapal di Teluk Arab.
IMO sedang mengerjakan rencana evakuasi untuk ratusan kapal yang terjebak di Teluk Arab sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai sejak 28 Februari 2026 lalu.
Rencana evakuasi ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, seperti dilansir Al Arabiya dan Bloomberg, Selasa (21/4/2026).
“Rencana tersebut hanya dapat diaktifkan ketika ada tanda-tanda de-eskalasi yang jelas,” kata Dominguez di sela-sela konferensi Pekan Maritim Singapura.
Baca Juga: Sosok Komisaris Utama Transjakarta Ternyata Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh?
“Rincian yang sedang dibahas termasuk urutan keberangkatan kapal, tergantung pada lamanya waktu awak kapal terdampar, di antara faktor-faktor lainnya,” tambahnya.
IMO saat ini sedang menjalin kontak dengan negara-negara pesisir, termasuk Iran dan Oman, serta negara-negara lain untuk menyelesaikan rancangan evakuasi kapal-kapal di Selat Hormuz tersebut.
Dominguez mengatakan bahwa setiap transit akan mengikuti rute yang telah lama ada, yakni Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diusulkan oleh Iran dan Oman dan diadopsi oleh IMO pada tahun 1968.
Baca Juga: Militer Iran Tunda Serang Kapal Angkatan Laut AS di Teluk Oman Gara-gara Keluarga Awak Kapal
Iran telah mengembangkan sebuah sistem selama beberapa minggu terakhir yang mencakup rute khusus di dekat pantainya dan dalam beberapa kasus, mengenakan tarif pembayaran.
Diketahui, Organisasi Maritim Internasional (IMO) adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan pencemaran laut oleh kapal.***

