POJOKSATU.id,-- Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) resmi memberlakukan blokade di Selat Hormuz pada pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB, Senin (13/4/2026).

Menanggapi blokade militer AS ini, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberikan sindiran keras.

Dalam unggahan di platform X miliknya @mb_ghalibaf, Bhager Ghalibaf memberikan sindiran keras kepada Amerika Serikat.

"Nikmati angka harga di pom bensin saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade' itu, tak lama lagi kalian akan bernostalgia dengan harga bensin 45 dolar AS," kata Bhager di akun X pribadinya dikutip Selasa (14/4).

Baca Juga: Serda Usep Sukendar, Babinsa Kodim Karawang Diberi Penghargaan Usai Selamatkan Warga dari Amuk Massa

Dalam pernyataan sebelumnya yang dimuat media-media Iran, Ghalibaf juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah di bawah ancaman.

Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump sebelumnya untuk memblokade setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, Angkatan Laut Iran menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mendekati jalur perairan tersebut akan ditangani secara keras.

Atas Perintah Trump

Diketahui, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa blokade tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Gagal Total, Presiden Iran Langsung Hubungi Putin, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Operasi ini bertujuan mencegah kapal-kapal berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Omandi sebelah timur Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman apabila keamanan Iran terancam.

Berdasarkan pemberitahuan yang dikeluarkan CENTCOM kepada para pelaut dan dilaporkan oleh kantor berita Reuters, kapal yang masuk atau meninggalkan wilayah yang diblokade tanpa izin akan dicegat, dialihkan, hingga ditahan.

Meski demikian, kapal pengangkut makanan dan obat-obatan tetap diizinkan melintas, dengan catatan harus melalui proses pemeriksaan.

Citra satelit memperlihatkan, kapal induk USS Abraham Lincoln telah bersiaga di bagian timur Teluk Oman, sekitar 200 km sebelah selatan perairan Iran, sejak Sabtu (11/04).

Selain menempatkan kapal induk, militer AS mengerahkan dua kapal perusak yang mengangkut rudal kendali.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah para perunding dari kedua pihak gagal mencapai kesepakatan di Islamabad untuk mengakhiri perang.

"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump di Truth Social.***