POJOKSATU.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah mencapai kesepahaman dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait pengurangan serangan militer ke wilayah Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Netanyahu.

Dalam wawancaranya, Trump menyebut Israel mulai menunjukkan sikap lebih tenang dalam menghadapi situasi di kawasan tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan Bibi dan dia akan bersikap lebih tenang. Saya rasa kita memang harus meredakan situasi,” ujar Trump.

Baca Juga: Plakk, Bobby Tersulut Emosi, Tampar Sopir Dirut BUMD Sumut Diduga Pakai Narkoba di Kantor KONI

Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon selatan.

Konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan itu menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya eskalasi.

Trump juga menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat. Ia menilai langkah de-eskalasi menjadi penting untuk membuka jalan menuju perundingan yang lebih luas.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus digencarkan. Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menuju Pakistan untuk melakukan pembicaraan strategis guna meredakan konflik.

Baca Juga: Meski Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Pemerintah Tegas Tak Akan Tarik Pasukan TNI, Evaluasi Tetap Dilakukan

Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan pernyataan tersebut.

Serangan militer Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan dilaporkan masih berlangsung, terutama di area yang diduga menjadi basis Hizbullah.

Bahkan, Netanyahu dalam pernyataan terpisah justru menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah akan terus dilakukan.

Ia menyebut bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup kelompok tersebut.

“Saya bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak termasuk Hizbullah, dan kami akan terus menyerang mereka,” tegas Netanyahu.

Perbedaan pernyataan ini memunculkan tanda tanya di kalangan pengamat internasional.

Baca Juga: Target BGN Zero Keracunan MBG Digaungkan di 2026, Tapi Data Ungkap 4.755 Siswa Jadi Korban dalam Dua Bulan

Apakah benar terjadi pengurangan serangan, atau justru hanya bagian dari strategi diplomasi?

Situasi ini menunjukkan bahwa proses menuju perdamaian di Timur Tengah masih penuh tantangan dan ketidakpastian.***