POJOKSATU.id, -- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bhager Ghalibaf, ikut menanggapi dipecatnya beberapa jenderal berpengalaman Amerika Serikat yang dipecat Menhan AS, Pete Hegseth.

Bhager mengaitkan pemecatan jenderal-jenderal ini karena mereka tidak mau patuh terhadap Pete Hegseth yang dinilai mengorbankan nyawa warga Amerika demi rezim Zionis Israel.

“Para jenderal berpengalaman menolak menjadi penjilat bagi seorang pembawa acara TV yang mengkhianati nyawa orang Amerika demi khayalan Israel," tulis Ghalibaf di lama X pada hari Sabtu (4/4).

Baca Juga: Buat Pemilu 2029, Sangat Strategis Buat Prabowo Menunjukkan Dukungan untuk Iran

Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George dipecat pada hari Kamis oleh Hegseth.

Dilansir dari media Iran, Farsnews, Ghalibaf juga merujuk pada agitasi rezim Israel yang dilaporkan secara luas terhadap Amerika Serikat untuk memaksanya bergabung dengan Tel Aviv dalam serangan tanpa provokasi terbaru mereka terhadap Teheran.

Pernyataan tersebut muncul ketika agresi tersebut telah secara signifikan membebani sumber daya Washington, terbukti mematikan bagi tentaranya, dan mengakibatkan dilema strategis bagi para pejabat Amerika.

Baca Juga: Iran Beri Peringatan Keras ke Negara Timur Tengah yang Jadi Pangkalan Militer AS

Bhager Ghalibaf menggambarkan pasukan Amerika yang membayar perang dengan nyawa mereka sebagai harga jangka pendek dari serangan yang dihasut Israel.

“Biaya jangka panjang perang tersebut adalah pembayar pajak Amerika yang membayar di SPBU selama beberapa dekade," kata Ghalibaf.

Diketahui, Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A George dicopot dari jabatannya dan dipensiunkan secara mendadak, menyusul permintaan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, agar jenderal bintang empat itu segera mundur.

Pentagon pada Kamis (3/4) mengumumkan bahwa George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS ke-41.

Selain George, tiga pejabat AS menyebutkan bahwa Hegseth juga memecat dua jenderal lainnya pada hari yang sama, yakni Kepala Pendeta Angkatan Darat Mayor Jenderal William Green Jr, serta Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne.***