POJOKSATU.id,-- Saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Blue House, Rabu 1 April 2026, Presiden Korsel Lee Jae-Myung, menyampaikan duka atas gugurnya tiga anggota TNI di Lebanon.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-Myung menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan," ujar Lee saat pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Blue House, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga: Panglima TNI Beserta Istri Sambangi Rumah Duka Kapten Zulmi di Cimahi, Semoga Mereka Syahid
Lee menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan untuk meminimalkan dampak negatif dari berbagai gejolak global yang tengah berlangsung.
"Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut."
Presiden Korea itu turut menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi Korea Selatan, khususnya melalui ekspor LNG dan batu bara yang dinilai konsisten.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dinaikkan Pangkat Satu Tingkat, Diberikan Medali Penghargaan
"Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea," tegasnya.
Sementara itu, dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB, Rusia secara terbuka menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai akar penyebab konflik di Timur Tengah.
Tudingan Rusia ini disampaikan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam Sidang Darurat DK PBB pada Selasa, 31 Maret 2026.
Rusia secara terbuka menuding Amerika Serikat sebagai akar penyebab meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon yang berujung pada jatuhnya korban prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan.
Mengawali pernyataannya, Nebenzia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan.
Rusia pun mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.***

